BALIKPAPAN, lintasraya.com – Penanganan banjir dan pengerjaan pembangunan fisik jadi pembahasan utama dalam, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Balikpapan Timur.
Hal tersebut disampaikan, Anggota DPRD Balikpapan dari fraksi PPP, Nurhadi Saputra saat ditemui dikantornya, Senin (30/1/2023).
Nurhadi menyebut, usulan dari seluruh kelurahan di Balikpapan Timur masih seputar penanganan banjir dan pembangunan fisik. Diketahui, dari 63 prioritas pembangunan sesuai dari penetapan Bappedalitbang, mengerucut menjadi 42 program usulan prioritas yang didasarkan dari jumlah penduduk, luas wilayah dan pra-musrenbang sebelumnya.
“Sebanyak 42 usulan prioritas tersebut terdiri dari Kelurahan Manggar 14, Manggar Baru 10, Lamaru 8, dan Kelurahan Teritip 10 usulan prioritas yang mencakupi pengerjaan fisik, seperti jalan, drainase, dan turapnya sungai yang longsor,” ucapnya.
Selain itu, tahun ini ada beberapa prioritas pekerjaan yang dilaksanakan sesuai visi-misi wali kota, yakni dalam penanganan banjir dan fasilitas umum antara lain perluasan SPAM jaringan perpipaan Kelurahan Manggar, peningkatan jalan di Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, pembangunan sistem pengolahan air limbah di Kelurahan Manggar Baru.
“Pelaksanaan tahun ini ada beberapa titik semenisasi jalan, penanggulangan banjir juga ada pencegahan abrasi di Pantai Manggar, Lamaru dan Teritip. Sudah ada kajian dan akan dilaksanakan. Bahkan pembangunan rumah sakit di Baltim,” jelasnya.
Selain itu, permasalahan minimnya gedung sekolah pun menjadi pembahasan. Sebab, SMPN 8 yang dianggap menjadi sekolahan favorit di Baltim ini perlu dilakukan penambahan gedung.
“Ada rencana SMPN 8 ini akan ditambah bangunannya, ada lapangan bola yang luasnya 100×80 ini yang rencananya akan di gunakan sebagian untuk ruang sekolah,” ungkap Nurhadi.
Yang tak kalah menariknya, terkait status jalan poros mulai dari Sepinggan hingga jalan tol Manggar diketahui telah diambil alih menjadi jalan Nasional. Dan jalan dari Manggar hingga Handil masuk ke provinsi Kaltim. Artinya, beban kota Balikpapan untuk di Baltim sedikit berkurang. Diharapkan, anggaran kota yang sebelumnya disiapkan untuk perbaikan jalan poros di timur bisa dialihkan untuk kegiatan lain yang betul-betul prioritas.
“Jalan Sepinggan sampai jalan tol Manggar masuk tanahnya nasional, harusnya anggaran kota untuk di Baltim bisa dialihkan untuk semenisasi atau drainase di kampung – kampung yang belum tersentuh. Contohnya, jalan di kampung Salok lei dan traktor 6 kelurahan lamaru hingga kini masih memprihatinkan. Padahal sudah sering saya usulkan tapi selalu di coret di pembahasan Anggaran,” ucapnya.(*/ADV/San)















