TENGGARONG, lintasraya.com – Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, telah menjadi rumah bagi Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) pertama di wilayah tersebut. Kelompok ini baru saja resmi terbentuk dengan tujuan menghasilkan garam lokal.
Ketua KUGAR Kersik 2, Sigit Sarlan, mengungkapkan bahwa kelompok ini memiliki tujuh rumah garam tunnel yang berfungsi untuk memproduksi garam krosok. Pembangunan rumah garam tunnel dimulai pada bulan Desember 2023 dan dibiayai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar.
Satu rumah garam tunnel mampu menghasilkan antara 600 hingga 700 kilogram garam dalam sekali panen. Bahkan, produksi bisa ditingkatkan menjadi lebih dari 1 ton dengan waktu pengolahan yang lebih lama, tergantung pada jumlah air yang dimasukkan ke dalam rumah garam.
Namun, produksi garam sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Masa panen akan lebih lambat saat cuaca tidak menentu atau intensitas hujan tinggi, sementara panen bisa lebih cepat dilakukan saat musim kemarau panjang.
Meskipun produksi garam telah mencapai 700 kilogram sekali panen, masih belum ada tempat penampungan hasil panen yang memadai. Oleh karena itu, garam krosok ini masih dijual eceran kepada warga sekitar dengan harga sekitar Rp3-5 ribu per kilogram.
Sigit mengungkapkan bahwa modal awal untuk membangun usaha garam sekitar Rp150 juta, namun setelah itu, biaya yang diperlukan hanya untuk listrik pompa air. Meskipun omzet per bulan tidak menentu karena tergantung pada cuaca, namun jika cuaca mendukung, keuntungan dari sekali panen dapat mencapai Rp5-10 juta.
Melalui KUGAR, Sigit berharap kelompoknya dapat menjadi percontohan untuk pengolahan garam di Kalimantan dan dapat membantu menciptakan kemandirian produksi garam di wilayah tersebut.(*/ADV/diskominfo Kukar)















