LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Fraksi Gerindra DPRD Balikpapan menyoroti dampak positif pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap pertumbuhan investasi di Balikpapan.
Dalam rapat paripurna DPRD yang digelar pada Selasa (11/2/2025), juru bicara Fraksi Gerindra, Siswanto Budi Utomo, menegaskan bahwa kehadiran IKN membuka peluang besar bagi perekonomian daerah, khususnya di sektor infrastruktur, perhotelan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Siswanto, kehadiran IKN memberikan efek domino yang sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Balikpapan. “Balikpapan sebagai pintu gerbang utama menuju IKN tentu menjadi magnet bagi investor. Banyak pelaku usaha yang melihat potensi besar di sini, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga konstruksi,” ujar Siswanto saat menyampaikan pandangan fraksi di hadapan anggota DPRD lainnya.
Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan IKN mendorong lonjakan permintaan akomodasi dan layanan bisnis lainnya di Balikpapan. “Dengan adanya IKN, otomatis kebutuhan infrastruktur seperti hotel, restoran, dan fasilitas lainnya meningkat tajam. Ini peluang yang tidak boleh dilewatkan,” tambahnya.
Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, lebih dari 5.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah diterbitkan sepanjang tahun 2024, dengan total nilai investasi mencapai Rp200 miliar. Data ini menunjukkan peningkatan minat investor untuk menanamkan modal di Balikpapan sebagai kota penyangga IKN.
Tidak hanya itu, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Balikpapan. Investasi dari proyek RDMP ini mengalami kenaikan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor-sektor terkait seperti perhotelan, transportasi, dan konsumsi juga turut merasakan dampak positif dari peningkatan aktivitas ekonomi yang ditimbulkan oleh proyek besar ini.
“Dampak dari proyek RDMP tidak hanya dirasakan oleh sektor energi, tetapi juga memberikan multiplayer effect bagi perekonomian lokal. Peluang kerja bertambah, bisnis lokal menggeliat, dan pendapatan masyarakat pun ikut meningkat,” jelas Siswanto.
Namun, Fraksi Gerindra mengingatkan bahwa lonjakan investasi ini harus diimbangi dengan regulasi yang mendukung kemudahan berusaha. Persaingan antar daerah dalam menarik investor semakin ketat, sehingga diperlukan kebijakan yang proaktif dan kondusif bagi dunia usaha.
Untuk itu, Fraksi Gerindra menyatakan dukungannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi yang tengah dibahas di DPRD. Regulasi ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak investor masuk ke Balikpapan dengan memberikan insentif yang menarik dan mempercepat proses perizinan usaha.
“Kami berharap regulasi ini dapat segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) agar Balikpapan dapat terus menarik lebih banyak investor dan menciptakan lapangan kerja baru,” tegas Siswanto.
Selain memberikan insentif, Fraksi Gerindra juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap realisasi investasi yang masuk. Mereka menegaskan bahwa investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, serta pembangunan infrastruktur yang lebih baik.
Lebih lanjut, Siswanto menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ramah lingkungan. Regulasi yang jelas serta kebijakan yang mendukung keberlanjutan lingkungan menjadi faktor utama dalam menarik minat investor tanpa mengorbankan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“DPRD, khususnya Fraksi Gerindra, akan terus berkolaborasi dengan fraksi lain dalam melakukan pengawasan, penganggaran, dan legislasi yang berpihak pada kepentingan rakyat. Kami ingin memastikan bahwa Balikpapan dapat berkembang menjadi kota yang nyaman, layak huni, dan berkelanjutan,” tutur Siswanto.
Ke depan, Fraksi Gerindra berkomitmen untuk terus mendorong program-program yang mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat kebijakan lingkungan, serta memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi sejalan dengan kesejahteraan masyarakat.
Siswanto menegaskan bahwa Fraksi Gerindra akan mengawal kebijakan investasi agar berjalan sesuai tujuan dan tidak hanya menguntungkan segelintir pihak. “Investasi yang masuk ke Balikpapan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bersifat sementara. Kami akan memastikan agar setiap kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan rakyat,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Balikpapan dapat menjadi contoh kota yang sukses dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(*/ADV/DPRD Balikpapan/wan)















