LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan tahun 2024 mencatat pencapaian signifikan dengan menembus angka lebih dari Rp1 triliun.
Angka ini mengalami peningkatan yang cukup mencolok dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp966 miliar.
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham Mustari, mengungkapkan bahwa lonjakan PAD tersebut didorong oleh sektor pajak yang menjadi sumber utama pendapatan daerah, mulai dari pajak restoran, hotel, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Menurut Idham, sektor restoran dan perhotelan menjadi kontributor terbesar dalam penerimaan pajak daerah tahun ini. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan serta pertumbuhan bisnis kuliner yang semakin pesat di Balikpapan.
“PAD Balikpapan tahun ini sangat terbantu oleh sektor pajak, khususnya dari restoran dan hotel. Selain itu, BPHTB juga memberikan kontribusi yang cukup besar,” ujar Idham saat ditemui di Balai Kota, Senin (24/2/2025).
Selain itu, sektor properti juga menjadi salah satu penyumbang pendapatan yang cukup signifikan. Transaksi jual beli tanah dan bangunan yang terus meningkat, didorong oleh pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional di Balikpapan, berkontribusi besar terhadap penerimaan dari BPHTB.
Meski berhasil mencatatkan pertumbuhan positif, tantangan baru muncul di tahun 2025 seiring dengan diberlakukannya kebijakan efisiensi belanja daerah yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Idham menuturkan bahwa kebijakan efisiensi tersebut diperkirakan dapat berdampak pada penerimaan pajak daerah, terutama yang bersumber dari proyek-proyek strategis di Balikpapan.
“Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Refinery Development Master Plan (RDMP) sangat berkontribusi terhadap PAD tahun ini. Namun, dengan kebijakan efisiensi anggaran, ada kemungkinan penerimaan pajak dari sektor tersebut mengalami penurunan,” jelasnya.
Proyek-proyek ini selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Balikpapan, dengan berbagai sektor usaha yang mendapatkan dampak positif dari aktivitas konstruksi dan bisnis pendukungnya. Namun, jika ada pengurangan anggaran atau penundaan proyek, maka PAD yang diperoleh dari pajak hotel, restoran, serta BPHTB dapat berkurang.
Untuk mengantisipasi dampak kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Balikpapan telah menyiapkan berbagai strategi guna mempertahankan stabilitas PAD.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah dengan mengoptimalkan sektor pajak kendaraan bermotor. Pemkot Balikpapan memperkirakan bahwa pajak kendaraan bermotor bisa menyumbang sekitar Rp250 miliar pada 2025.
“Meskipun ada skema opsen pajak kendaraan, ini tetap menjadi sumber yang menjanjikan bagi PAD. Kami juga akan melakukan evaluasi dan menyesuaikan strategi pemungutan pajak agar lebih efektif,” tambah Idham.
Selain pajak kendaraan, Pemkot juga akan memperkuat digitalisasi layanan pajak guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mengoptimalkan pendapatan dari sektor-sektor potensial lainnya, seperti pajak hiburan dan reklame.
Pemerintah juga akan melakukan pengawasan ketat terhadap potensi kebocoran pendapatan daerah, termasuk memastikan bahwa seluruh sektor usaha di Balikpapan membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemkot Balikpapan berencana melakukan evaluasi terhadap dampak kebijakan efisiensi ini pada semester pertama 2025 sebelum menentukan langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas PAD.
Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan proaktif, diharapkan penerimaan daerah tetap terjaga dan mampu mendukung pembangunan kota secara berkelanjutan. Idham juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berperan aktif dalam mendukung kebijakan pajak daerah dengan membayar pajak tepat waktu.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memastikan pembangunan Balikpapan tetap berjalan dengan baik. Dengan kepatuhan pajak yang tinggi, kita bisa terus meningkatkan kualitas layanan publik dan infrastruktur di kota ini,” pungkasnya.(*/ADV/Diskominfo Balikpapan/fr3d)















