LINTASRAYA.COM, PENAJAM – SDN 013 Desa Giri Mukti, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dengan mengajukan diri untuk mengikuti Adiwiyata ASEAN Eco School. Langkah ini dilakukan setelah sekolah tersebut sukses meraih predikat Adiwiyata Mandiri pada 2023.
Sebagai sekolah percontohan Adiwiyata, SDN 013 PPU telah memenuhi enam aspek utama dalam penilaian, yakni kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, penanaman serta pemeliharaan pohon, konservasi air, konservasi energi, dan inovasi lingkungan.
Meski demikian, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH PPU, Nuryulianita, mengingatkan bahwa standar untuk mencapai Adiwiyata ASEAN jauh lebih ketat dibandingkan tingkat nasional.
“Untuk mengikuti Adiwiyata ASEAN tidaklah mudah, karena sekolah harus memiliki inovasi yang benar-benar orisinal, bukan sekadar amati, tiru, dan modifikasi. Jadi, butuh kerja keras untuk menggali potensi sendiri,” ujar Nuryulianita, Kamis (6/3/2025).
Selain menjadi kandidat Adiwiyata ASEAN, SDN 013 PPU juga aktif membina sekolah lain agar mampu meraih penghargaan serupa, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun mandiri.
“Bahkan, beberapa sekolah yang mengajukan diri untuk ikut Adiwiyata merupakan binaan dari SDN 013 sendiri,” tambahnya.
Dengan upaya berkelanjutan ini, SDN 013 PPU berharap bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Indonesia serta meraih pengakuan sebagai sekolah ramah lingkungan di tingkat ASEAN.(*/ADV/DiskominfoPPU/wan)















