PENAJAM, lintasraya.com – Musyawarah Daerah I Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Penajam Paser Utara (PPU) sekaligus Perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) ke-23 tahun di gelar di Balai Adat Kutai, Kamis (17/03/2022).
Kegiatan tersebut disaksikan Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) AMAN Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Margaretha Seting Beran, secara virtual.
Tampak hadir Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, Perdana Menteri Kesultanan Paser Bapak Aji Lukman Panji, Ketua DPD LAP Kabupaten PPU, Musa dan tamu undangan.
Tohar mengatakan, pengurus AMAN PPU harus mampu menunjukkan intelektualitasnya dalam melaksanakan regenerasi lembaga. Bahkan harus lebih mampu berkonsolidasi demi terciptanya program yang benar-benar mampu memberi kontribusi yang berarti terhadap akselerasi pembangunan masyarakat adat di Kabupaten PPU.
“Masyarakat Adat harus jeli menangkap setiap peluang yang ada, dengan harapan dapat memberikan nilai tambah terhadap perbaikan ekonominya, terlebih setelah PPU ditetapkan sebagai Ibu Kota Nusantara,” ungkapnya.
Tohar juga menjelaskan jika terjadi masalah disekitar yang harus dihadapi dan ditangani secara bersama-sama sesuai dengan bidang tugas dan fungsi masing-masing. AMAN PPU sebagai lembaga sosial adat, harus dapat mengambil peran dalam menata dan mengelola kepentingan masyarakat adat, khususnya yang berkenaan dengan masalah-masalah sosial dan adat.
“Pemerintah PPU sangat menghargai usaha yang kita lakukan ini, untuk dapat dijadikan sebagai bentuk perjuangan bersama dalam menghadirkan kreasi dan inovasi dalam kehidupan bermasyarakat,” terang Tohar.
Ia mengharapkan roda pembangunan kedepan di daerah kita dapat lebih bergairah lagi dan pada saatnya nanti dapat mensejajarkan diri atau bahkan dapat menorehkan satu prestasi yang melampaui daerah lainnya.(*/ADV/Diskominfo)















