LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Manggar mencatat sebanyak 79 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga November 2025.
Data ini berasal dari laporan rumah sakit dan pemantauan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Manggar.
Menurut Sulistyarini, perawat Puskesmas Manggar, jumlah kasus DBD memang cenderung fluktuatif setiap bulannya.
“Tahun ini puncaknya ada di Januari dengan 13 kasus dan Februari 10 kasus. Setelah itu kasus mulai menurun hingga penghujung tahun,” ujarnya diwawancarai, Kamis 13 November 2025.
Kasus DBD tidak hanya terkonsentrasi di satu area, tetapi tersebar hampir merata di wilayah kerja Puskesmas Manggar.
Hal ini menunjukkan bahwa risiko DBD dapat muncul di mana saja, sehingga kesadaran masyarakat menjadi kunci penting dalam pencegahan.
Sulistyarini menekankan pentingnya pemantauan secara terus-menerus.
“Kader dan petugas kesehatan selalu melakukan pelaporan rutin, sehingga setiap kasus bisa segera ditangani. Dengan begitu, kami berharap tidak ada kasus baru hingga akhir tahun,” tambahnya.
Selain itu, pihak Puskesmas juga mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan dimulai dari lingkungan sekitar rumah. Warga diharapkan rutin membersihkan genangan air, menutup penampungan, dan membuang sampah yang dapat menjadi sarang nyamuk.
Tahun 2025 menjadi pembelajaran penting bagi Puskesmas Manggar dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
Upaya pencegahan, sosialisasi, dan penanganan kasus yang cepat diyakini dapat menurunkan angka DBD di tahun berikutnya.
Sulistyarini berharap partisipasi aktif warga menjadi penguat strategi pencegahan.
“Kalau masyarakat disiplin menjaga lingkungannya, kita yakin angka kasus DBD bisa ditekan, bahkan hingga nol kasus,” ujarnya.
Dengan data 79 kasus hingga November, Puskesmas Manggar terus mengoptimalkan langkah pencegahan dan penanganan, termasuk edukasi, kerja bakti, dan koordinasi dengan sekolah serta posyandu untuk meminimalkan risiko DBD. (*/ADV/jan)















