LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Upaya digitalisasi di Puskesmas Manggar memasuki tahap baru melalui penerapan sistem paperless yang semakin matang.
Hampir seluruh proses administrasi kini dilakukan secara digital, mulai dari pencatatan rekam medis, penginputan data kunjungan pasien, hingga pelaporan internal.
Langkah ini dinilai efektif dalam mempercepat layanan sekaligus mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik.
Kepala UPTD Puskesmas Manggar, drg. Ida Kurniati, menjelaskan bahwa kebijakan paperless merupakan bagian dari visi jangka panjang transformasi digital di puskesmas.
Sistem ini membantu petugas menghemat waktu dalam proses administrasi karena tidak lagi harus mengelola tumpukan berkas seperti sebelumnya.
Dengan berkurangnya penggunaan kertas, tenaga kesehatan dapat lebih fokus pada pelayanan medis yang membutuhkan waktu dan perhatian lebih.
Data pasien pun menjadi lebih mudah diakses dan dipantau melalui sistem e-Puskesmas, memastikan akurasi informasi saat dibutuhkan.
Ke depan, drg. Ida berharap digitalisasi dapat menjangkau lebih banyak kelompok pasien, termasuk masyarakat umum serta peserta BPJS yang belum terdaftar di Puskesmas Manggar.
“Kami ingin semua pasien merasakan kemudahan yang sama dari layanan digital,” tegasnya, Sabtu 22 November 2025.
Staf puskesmas juga menegaskan komitmen mereka untuk terus mengembangkan sistem digital ini.
Menurut mereka, digitalisasi bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang keakuratan data, transparansi, dan peningkatan kualitas layanan jangka panjang.
Penerapan sistem paperless menjadikan Puskesmas Manggar sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang progresif di Balikpapan.
Dengan proses administrasi yang lebih ramping dan penggunaan teknologi yang semakin terintegrasi, puskesmas berharap dapat memberikan pengalaman pelayanan yang lebih modern, cepat, dan responsif kepada seluruh warga. (*/ADV/jan)















