LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN– Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menilai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan yang jatuh pada Selasa (10/2/2026) menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota global yang harmonis.
Dengan mengusung tema “Harmoni Menuju Kota Global”, Budiono menyebut perkembangan Balikpapan dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif dan mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus menjadi perhatian bersama.
“Perkembangan kota ini semakin meningkat dan arahnya menuju kesejahteraan. Tetapi masih ada catatan penting yang harus kita selesaikan, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Budiono mengungkapkan, saat ini Balikpapan masih mengalami kekurangan fasilitas pendidikan, terutama jumlah sekolah, serta layanan kesehatan yang belum sepenuhnya optimal. Meski demikian, masyarakat terbantu dengan adanya program BPJS Kesehatan gratis yang disubsidi Pemerintah Kota Balikpapan.
“Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp99,6 miliar untuk BPJS gratis dengan jumlah penerima mencapai 208.406 jiwa,” jelasnya.
Kendati demikian, Budiono menyoroti angka stunting yang masih tergolong tinggi dan perlu menjadi fokus utama ke depan. Menurutnya, penanganan stunting sangat penting untuk menyiapkan generasi muda Balikpapan yang lebih sehat dan berkualitas.
Selain itu, persoalan banjir dan penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur juga menjadi tantangan yang harus segera dituntaskan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan tersebut.
“Banjir ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Semua harus bersinergi, termasuk masyarakat,” tegasnya.
Terkait pesatnya perkembangan kota yang berpotensi menarik pendatang, Budiono menilai hal tersebut sebagai konsekuensi wajar bagi kota yang menjadi tujuan hunian dan pusat aktivitas. Namun, ia mengingatkan pentingnya penegakan regulasi, khususnya terkait pengupasan lahan.
“Pemerintah sudah menerbitkan regulasi. Tinggal kita detailkan lagi, apakah pengupasan lahan itu sudah sesuai peruntukannya atau belum,” katanya.
Di tengah keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dari pemerintah pusat, Budiono memastikan DPRD bersama pemerintah kota tetap berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat yang belum terealisasi.
“Kita tetap berupaya mengerjakan aspirasi masyarakat meskipun anggaran terbatas. Dengan sinergi, Balikpapan akan terus menjadi kota harapan dan kota impian untuk ditinggali,” pungkasnya.(*/Adv/DPRD Balikpapan)















