LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Balikpapan menyiapkan berbagai langkah strategis menghadapi musim mudik Lebaran 2026.
Selain penambahan frekuensi pelayaran, perusahaan juga memfokuskan kampanye keselamatan sebagai prioritas utama tahun ini.
Pimpinan PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Balikpapan, Muhammad Saleh, mengatakan kegiatan buka puasa bersama pada Sabtu (21/2/2026) di Grand Senyiur menjadi momentum koordinasi dengan para mitra.
“Kami berusaha menampilkan hal berbeda dalam buka puasa kali ini. Ini juga kami gunakan sebagai ajang berkoordinasi dengan mitra kerja dalam rangka menghadapi musim mudik,” ujar Saleh saat diwawancarai.
Ia menyebutkan, DLU Balikpapan saat ini bermitra dengan 23 agen dan sekitar 13 perusahaan ekspedisi, sehingga total mitra aktif hampir mencapai 35 perusahaan. Dari sisi armada, DLU Balikpapan mengoperasikan empat kapal untuk melayani tiga lintasan utama.
“Untuk Balikpapan–Surabaya pp kami operasikan dua kapal. Kemudian Balikpapan–Parepare satu kapal dan Balikpapan–Palu satu kapal,” jelasnya.
Kemudian, menghadapi puncak arus mudik, pihaknya berencana merapatkan jadwal keberangkatan. Salah satunya dengan mengurangi waktu sandar (port time) agar frekuensi pelayaran bisa bertambah.
“Misalnya rute Parepare yang biasanya tiga kali seminggu, kami usahakan bisa menjadi empat kali seminggu. Jadi ada tambahan satu sampai dua kali keberangkatan mulai H-10,” katanya.
Menurut Saleh, secara teknis kondisi armada sudah banyak mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, untuk 2026 pihaknya lebih menitikberatkan pada aspek keselamatan.
“Fokus kami di 2026 ini adalah keselamatan. Programnya sebenarnya sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya, tetapi tahun ini kita ingin benar-benar melihat hasil dan progresnya,” tegasnya.
Edukasi kepada penumpang juga menjadi perhatian khusus, terutama saat proses muat dan bongkar di pelabuhan.
“Kami mengimbau penumpang tidak terburu-buru dan tetap mengikuti arahan petugas, apalagi saat momen krusial seperti naik dan turun kapal. Dengan jumlah yang besar, ketertiban sangat penting agar tetap terkendali sesuai jalur yang ditetapkan,” jelasnya.
Kemudian, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, DLU juga akan mengajukan dispensasi kapasitas seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau melihat pengalaman sebelumnya, dispensasi bisa sampai 30 persen dari kapasitas normal. Biasanya diterbitkan mendekati H-15. Tahun ini kami juga mengajukan hal yang sama agar bisa mengakomodir lebih banyak pemudik,” ungkap Saleh.
Selain itu, DLU menerapkan strategi pemerataan arus mudik dengan memberikan stimulus potongan harga pada pekan pertama Ramadan.
“Mulai puasa hari pertama sampai hari ketujuh ada potongan harga hingga 20 persen, baik untuk penumpang maupun kendaraan. Setelah itu tarif normal, dan mendekati puncak arus biasanya akan ada penyesuaian harga agar masyarakat tidak menumpuk di hari-hari terakhir,” jelasnya.
Tahun ini juga, DLU Balikpapan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palu untuk program mudik gratis rute Balikpapan–Palu dengan kuota sekitar 280 orang.
“Untuk teknis dan publikasi masih kami lengkapi, termasuk syarat dan ketentuannya,” ujarnya.
Sedangkan terkait Tren Penjualan Tiket, Saleh mengakui sudah mulai terlihat peningkatan, meski belum signifikan.
“Kalau dibandingkan tahun lalu memang berbeda. Tahun sebelumnya aktivitas di IKN cukup masif sehingga lonjakan lebih terasa. Tahun ini relatif normal. Harapan kami dengan arus yang lebih merata, pemudik bisa lebih nyaman,” tutupnya.
DLU Balikpapan optimistis dengan persiapan armada, penambahan jadwal, serta penguatan aspek keselamatan, angkutan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan aman.(*/san)















