LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN-Panitia Khusus (Pansus) Penyusunan Rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2025 melakukan peninjauan lapangan terhadap sejumlah proyek pembangunan di Kota Balikpapan.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menilai masih terdapat beberapa fasilitas yang belum optimal dari sisi aksesibilitas maupun pemanfaatannya bagi masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah SD 022 Balikpapan Timur. Menurut Budiono, kondisi bangunan sekolah tersebut sudah cukup baik, namun lokasinya dinilai kurang strategis karena jauh dari permukiman warga dan belum didukung transportasi umum.
“Bangunannya bagus, tetapi jauh dari jangkauan masyarakat. Orang tua murid harus ekstra mengantar anaknya karena akses transportasi umum belum tersedia,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Ia menilai pembangunan fasilitas pendidikan perlu disertai perencanaan akses jalan dan transportasi agar keberadaannya benar-benar memudahkan masyarakat.
“Kalau membangun sekolah di kawasan yang masih sepi, harus dipikirkan juga jalur akses dan transportasinya,” katanya.
Selain meninjau sektor pendidikan, Pansus LKPJ DPRD juga mengevaluasi proyek kawasan olahraga terpadu di belakang Gedung Kesenian Balikpapan. Proyek tersebut menjadi perhatian karena telah beberapa kali mendapat alokasi anggaran, namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Budiono menjelaskan, proyek itu memperoleh anggaran sekitar Rp8,5 miliar pada 2024 dan kembali mendapatkan alokasi lebih dari Rp10 miliar pada 2025. Bahkan, terdapat usulan tambahan anggaran sekitar Rp20 an miliar untuk tahun berikutnya.
“Namun sampai hari ini kawasan olahraga terpadu itu belum bisa dipergunakan. Ini tentu akan menjadi bahan evaluasi DPRD,” tegasnya.
Menurutnya, kawasan tersebut dirancang sebagai pusat kegiatan olahraga dan ruang publik yang juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan upacara.
Dalam agenda peninjauan lapangan itu, DPRD turut mengunjungi Puskesmas Sepinggan Baru serta proyek drainase di kawasan MT Haryono dan Gunung Samarinda.
Budiono menegaskan, seluruh kunjungan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi penggunaan anggaran pemerintah daerah dalam pembahasan LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025.
“Kami ingin memastikan anggaran yang sudah digunakan benar-benar sesuai peruntukannya dan tepat sasaran,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)














