BALIKPAPAN, lintasraya.com – Jelang lebaran Idulfitri 2023, komisi II DPRD Balikpapan memastikan harga sembako dipasaran dapat terkendali. Hal tersebut disampaikan Anggota komisi II, Pantun Gultom usai melakukan RDP (Rapat dengar pendapat) dengan dinas perdagangan serta beberapa mitra kerjanya.
Politisi dari partai berlambang banteng ini menyebut, rapat kali ini pun melibatkan para pelaku usaha sebagai distributor untuk memastikan ketersediaan dan harga sembako di Balikpapan.
“Mereka mengaku, awal Ramadan hanya Alfamidi yang sempat mengalami kekurangan stok beras. Tapi tidak lama hanya beberapa hari,” ungkapnya, Rabu (12/4/2023).
Sementara, untuk harga sembako lainnya masih terbilang normal hingga sepuluh hari terakhir di Ramadan ini. Bahkan, untuk mengantisipasi inflasi dan kenaikan harga sembako, Pemerintah kota Balikpapan melalui dinas terkait telah melakukan pasar murah.
Salah satunya menjual minyak goreng murah dengan harga Rp 13.000 perliter. Lebih murah dibanding harga di pasaran, Yakni Rp 16.000 perliter.
“Dengan adanya pasar murah ini, Alhamdulillah sangat membantu masyarakat,” katanya.
Saat ditanya ketersediaan stok minyakita, pantun mengatakan, masih cukup. Memang beberapa bulan terakhir minyak KITA sempat sulit didapatkan.
“Minyak murah ini merupakan program nasional, menjelang Nataru (Natal dan tahun baru) maupun lebaran Idulfitri,” jelasnya.
Untuk telur dan daging ayam pun sempat mengalami kenaikan hingga 20 persen dari harga normal. Sementara untuk harga cabe merosot tajam dari Rp 80.000 perkilo menjadi Rp 45.000.
“Biasanya malah cabe yang menggila harganya jelang lebaran. Bahkan lebih mahal dari harga emas. Tapi Alhamdulillah kali ini tidak,” tambahnya.
Kesimpulannya, hasil RDP kali ini, DPRD Balikpapan bisa tenang mengingat, dengan kondisi harga beberapa item sembako dipasaran yang relatif normal. Sehingga dapat menekan inflasi jelang lebaran tahun ini.
“Kebutuhan pokok di Balikpapan insya Allah cukup untuk 3 bulan ke depan,” tandasnya.(*/San)















