BALIKPAPAN, lintasraya.com – Anggota DPRD Balikpapan Suriani kembali melaksanakan reses di masa sidang ke III 2023. Kali ini reses berlangsung di RT 90 dan 08 kelurahan Manggar, Balikpapan Timur.
Ini merupakan lokasi kedua reses yang dilakukan politisi dari partai berlambang pohon beringin ini. Dan mayoritas warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan Pemasangan PDAM dan belum adanya PJU (penerangan jalan umum).
Seperti yang usulkan udin, warga RT 90, tentang pemasangan PDAM dan PJU di wilayahnya tinggal. Bahkan ini sudah berlangsung lama.
“Bisa dilihat, dari jalan utama sampai kesini belum ada penerangan. Satu lagi, kami mohon pemasang PDAM untuk warga disini,” jelasnya, Senin (30/10/2023).
Menyikapi hal tersebut, Suriani mengatakan, akan membantu merealisasikan terkait persoalan tersebut. Dengan mengalokasikan 5 titik PJU untuk kedua RT ini.
“Sudah saya siapkan pokir saya untuk 5 titik PJU,” jelasnya.
Untuk masalah pemasangan PDAM, Suriani mengusulkan, warga harus kolektif untuk mengajukan, melalui ketua RT. Kalau sendiri-sendiri bakal lama prosesnya. Dan ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Syaratnya, penghasilan warga dibawah standar UMK. Kalau ada warga yang penghasilan diatas standar akan dikenakan denda biaya pemasangan pipa induk dan itu tidak murah,” tegasnya.
“Jadi, ajukan saya secara kolektif kalau tidak direspon PDAM, nanti saya bantu kawal,” kata Suriani.
Tak hanya itu, disela diskusi Suriani juga menyampaikan capaian programnya yang telah disalurkan kepada masyarakat di Balikpapan Timur. Mulai dari semenisasi jalan, Menyuarakan pembangun gedung sekolah di Balikpapan Timur yang akan dibangun 2024 nanti, pemberian ribuan beasiswa PIP untuk anak sekolah se-Balikpapan Timur dan lainnya.

“Artinya, kami terus berjuang dan tidak pernah tutup mata terhadap persoalan di Balikpapan Timur. Mulai dari dunia pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan lainnya,” jelasnya.
Tapi, dari Reses ini, Suriani mendapati hal yang lebih penting dibandingkan dua atensi warga tersebut. Yakni, tidak adanya kader posyandu yang berada di dua RT ini. Akibatnya, tidak ada monitoring perkembangan kesehatan balita, ibu hamil, pasangan masa subur dan masalah penyuluhan kesehatan lainnya.
“Saya sangat sedih, baru kali ini saya temui ada posyandu tidak ada kadernya. padahal kami dan pemerintah kota tengah gencar-gencarnya mengatasi persoalan kesehatan, Khususnya masalah Stunting. Kebetulan malam ini ada perwakilan Dinas kesehatan, Jadi saya minta ada pendampingan khusus untuk kader posyandu disini. Jangan sampai dibiarkan dan berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan anak-anak disini,” harapnya.
Selain warga dalam reses tersebut juga dihadiri dua instansi pemerintahan, yaitu, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dan perwakilan dari Dinas Perhubungan.(*/ADV/San)















