LINTASRAYA.COM BALIKPAPAN – Sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan terus berbenah untuk memperindah wajah kota dan meningkatkan kenyamanan warganya. Salah satu langkah yang kini dipersiapkan adalah penataan ulang jaringan kabel udara menjadi kabel bawah tanah.
Pemerintah Kota bersama DPRD Balikpapan sedang memfinalisasi kajian akademik yang akan menjadi landasan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang kabel bawah tanah. Jika tidak ada kendala, kebijakan ini ditargetkan mulai diterapkan pada 2026.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri mengatakan kajian tersebut sudah memasuki tahap akhir sebelum dibawa ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
“Kajian hari ini kita finalisasi untuk naik jadi naskah akademik. Setelah itu akan kita dorong menjadi Perda. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai dilaksanakan,” ujar Yusri usai Forum Group Discussion (FGD) di Hotel Gran Senyiur, Senin (6/10/2025).
Menurut Yusri, kebijakan ini sejalan dengan visi-misi Wali Kota Balikpapan dalam membangun Smart City, yang tidak hanya berfokus pada teknologi tetapi juga pada keindahan tata kota.
“Kota maju sekarang ini boleh dikatakan tidak lagi terlihat kabel-kabelnya. Kita ingin Balikpapan juga seperti itu,” ucapnya.
Ia mencontohkan Singapura sebagai negara yang berhasil menata jaringan kabel sehingga tidak lagi mengganggu pemandangan kota.
“Balikpapan sebagai beranda IKN harus belajar dari yang sudah berhasil. Kalau diterapkan dengan baik, ini akan jadi keindahan kota dan bahkan bisa menjadi proyek percontohan nasional,” tambahnya.
Meski demikian, Yusri mengingatkan bahwa realisasi proyek ini akan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah daerah.
“Kita belum tahu apakah bisa menjadi prioritas karena ada kemungkinan pemangkasan anggaran. Kalau jadi prioritas, tahun depan akan dimulai di MT Haryono dan Ahmad Yani sebagai proyek percontohan,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Balikpapan dinilai cukup siap. Sejumlah infrastruktur pendukung sudah tersedia, seperti box kabel di Jalan MT Haryono dan jalur khusus kabel yang disiapkan saat pembangunan drainase.
Program ini tidak hanya diyakini mempercantik wajah kota, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Jalur bawah tanah tersebut nantinya bisa disewakan kepada penyedia layanan internet maupun perusahaan lain yang membutuhkan akses jaringan.
“Kalau estetika kota sudah tertata dan kabel sudah di bawah tanah, Balikpapan akan terlihat lebih modern sebagai beranda IKN,” tutup Yusri. (*/ADV/DPRD Balikpapan)















