LINTASRAYA.COM,BALIKPAPAN — Suasana tenang di kawasan Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan, mendadak berubah mencekam. Seorang pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas tergantung di pohon nangka di halaman belakang sebuah rumah kost, Rabu 8/4/2026 (siang).
Korban diketahui bernama Yohanes Suprianto (30). Ia pertama kali ditemukan oleh sang istri, Yuli (28), sekitar pukul 11.00 WITA, setelah semalaman tak kunjung pulang.
Penemuan itu berlangsung dramatis. Saat Yuli mendekat dan mencoba menyentuh tubuh korban yang tergantung dengan kabel hitam, tali tersebut tiba-tiba putus.
Tubuh Yohanes pun jatuh ke tanah dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan melaporkannya ke pihak berwajib.
Tak lama berselang, tim relawan bersama aparat kepolisian dan INAFIS Polresta Balikpapan tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban.
Dari informasi yang dihimpun, pasangan suami istri ini baru sekitar sepekan tinggal di rumah kost di Jalan Pupuk Barat, RT 14, Kelurahan Damai. Sebagai pendatang, keduanya dikenal tertutup dan belum banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Sehari sebelum kejadian, diketahui sempat terjadi pertengkaran antara korban dan istrinya. Perselisihan dipicu saat Yuli hendak meminjam ponsel korban untuk menghubungi keluarganya di kampung halaman, namun tidak diizinkan. Dalam cekcok tersebut, korban disebut sempat melakukan tindakan kekerasan.
Usai pertengkaran, Yohanes meninggalkan rumah sekitar pukul 21.00 WITA dan tidak kembali hingga keesokan harinya. Kekhawatiran itulah yang mendorong Yuli mencari keberadaan suaminya hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi tragis.
Yang menambah tanda tanya, seluruh nomor kontak di ponsel korban diketahui telah dihapus sebelum kejadian. Fakta ini kini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat untuk mengungkap kemungkinan motif di balik peristiwa tersebut.
Keterangan Yuli sendiri dinilai masih belum konsisten. Saat dimintai keterangan oleh petugas, ia terlihat kebingungan dan kesulitan menjelaskan secara rinci kronologi kejadian. Untuk kepentingan penyelidikan, Yuli pun dibawa ke kantor polisi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri kondisi psikologis korban serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi kematian tersebut.
Peristiwa ini menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar di tengah warga sekitar tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pohon nangka itu.(*/san)














