PENAJAM, lintasraya.com – Mewakili Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Sekretaris Komisi II DPRD PPU Sujiati memberikan bantuan berupa 5000 bibit ikan nila monosex ke SMK 2 Waru (PPU). Hal tersebut untuk mengedukasi para murid SMK agar bisa berwirausaha ketika lulus sekolah.
“Anak – anak tidak harus berpatokan menjadi pegawai atau karyawan saja ketika mereka lulus dan memutuskan untuk bekerja,” kata Sujiati, Rabu (1/6/2023).
Jadi, lanjutnya, pemberian bibit ikan ini agar mereka dapat belajar bagaimana cara membudidayakan bibit ikan sehingga dapat menghasilkan uang. Bibit ikan nila monosex ini merupakan ikan nila yang dihasilkan oleh indukan yang telah mengalami rekayasa genetik sehingga hanya menghasilkan telur ikan jantan saja. Rekayasa itu dilakukan atas prinsip bahwa ikan nila jantan relatif memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila betina. Sehingga, ikan nila monosex tentunya akan lebih cepat dipanen dan dalam waktu singkat.

“Bibit ikan nila jenis itu dapat dipanen dalam jangka 3 sampai 4 bulan,” ujarnya.
Disinggung mangapa memilih bibit ikan sebagai bantuan, Sujiati menegaskan, pasalnya, di area halaman sekolah tersebut terdapat kolam besar yang kurang difungsikan. Dari pada sia – sia, mending dimanfaatkan.
“Dan Alhamdulillah saat ini, dari bantuan tersebut, pihak sekolah juga telah membuatkan 7 kerambah. Di sekolah itu ada 7 jurusan. Jadi masing – masing jurusan mengelola dan memelihara 1 kerambah,” jelasnya.

Adapun rencana dari pihak sekolah, ikan tersebut nantinya akan dijual ketika masa panen tiba. Tentu yang menerima hasil dan keuntungannya para murid sekolah yang merawat kerambah Ikam tersebut. Secara tidak langsung, ada motivasi dari anak – anak itu untuk berbisnis atau usaha sejak dini. Sehingga, pada saat mereka keluar atau lulus sekolah, mereka akan siap. Tidak mesti bekerja melainkan menciptakan lapangan kerja dengan keterampilan itu.
“Jadi ketika lepas sekolah, mereka telah dibekali ilmu berwirausaha. Mereka bisa menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja,” urainya.
Sujiati berharap, dari situ anak – anak dapat termotivasi. Bahwa dunia wirausaha itu sangat banyak.
“Jadi pada saat mereka sudah tamat sekolah, tidak hanya berpatokan ingin menjadi pegawai negeri. Tetapi dengan memelihara ikan bisa menguntungkan,” pungkasnya.(*/ADV/wan)















