LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Suasana penuh kehangatan di Ramadan 1447 Hijriah, tampak terlihat di kampung halaman Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H Rudy Mas’ud, S.E., M.E. Tepatnya, di Jalan 21 Januari Gang Batu Arang RT.03 Kelurahan Baru Tengah Kecamatan Balikpapan Barat, kota Balikpapan.
Ratusan warga tumpah ruah menghadiri buka puasa bersama orang nomor satu di kaltim tersebut pada Kamis (26/2/2026). Tak terkecuali, Ketua DPRD Kaltim, Dr.Ir. H. Hasanuddin Mas’ud, S.Hut., M.E dan Wali Kota Balikpapan, Dr. H Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. yang juga saudara dari Rudy Mas’ud. Selain buka puasa bersama, kegiatan di lanjutkan dengan salat tarawih berjemaah.
Ditengah suasana penuh kehangatan Ramadan, Rudy menegaskan komitmennya di hadapan masyarakat untuk terus mengabdi dan menghadirkan program pro-rakyat bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Ia menyebut Kampung Baru sebagai tempat yang sangat istimewa baginya. Ia mengaku baru saja kembali dari wilayah Kalimantan Timur bagian utara untuk meresmikan jembatan penghubung antara Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
“Kalau dihitung dari Balikpapan bolak-balik kira-kira 750 kilometer. Tapi semuanya terasa dekat dan ringan karena dikerjakan dengan keikhlasan. Karena sesuatu yang dikerjakan dengan keikhlasan, insya Allah hasilnya tiada batas,” ujarnya.
Bercerita tentang kampung Baru, di hadapan ratusan warga, Rudy dengan bangga menyebut Kampung Baru sebagai tempat lahirnya para tokoh sentral dan pemimpin di Kalimantan Timur.
Mulai dari Ketua DPRD Balikpapan dari Kampung Baru. Ketua DPRD Kaltim dari Kampung Baru. Walikota Balikpapan dari Kampung Baru. Gubernur Kalimantan Timur juga dari Kampung Baru. Jadi, Ia meminta masyarakat jangan pernah merasa minder berasal dari Kampung Baru. Karena menurutnya, semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.
“Kami lahir, besar, sekolah, dan berinteraksi di Kampung Baru ini. Artinya apa? Semua adik-adikku, semua anak-anakku punya kesempatan yang sama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga kembali menegaskan komitmen Pemprov Kaltim terhadap akses pendidikan gratis. Ia memastikan SMA hingga perguruan tinggi gratis bagi warga, dengan catatan mendaftar di kampus yang ada di seluruh wilayah Kalimantan Timur, baik negeri maupun swasta.
“Anak-anak kita harus sekolah. SMA-nya gratis, kuliahnya juga gratis,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan sejumlah program sosial lainnya, diantaranya, Umrah gratis bagi marbot masjid se-Kalimantan Timur, Insentif Rp500 ribu per bulan untuk guru madrasah, guru panti asuhan, guru honorer, dan guru ASN.
Gratis biaya administrasi pembelian rumah (sekitar Rp10–15 juta), BPJS gratis bagi warga kurang mampu seperti tukang ojek, ojol, dan pedagang kecil yang belum terdaftar.
“Kalau ASN atau karyawan perusahaan sudah wajib BPJS. Tapi yang bekerja mandiri seperti tukang ojek dan pedagang kecil, insya Allah kita fasilitasi BPJS gratis,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Harum ini mengungkapkan bahwa dirinya telah berdomisili di Jakarta sejak 2011. Namun ia memilih kembali ke Kalimantan Timur untuk mengabdi.
“Kami jadi kepala daerah bukan karena tidak punya pekerjaan. Kami punya pekerjaan. Tapi kami kembali karena tanggung jawab sosial, sebagai ladang amal ibadah, dan untuk mengabdi,” tuturnya.
Ia pun memohon doa agar dapat menjalankan amanah sebagai kepala daerah dengan adil dan jujur.
“Doakan kami supaya selalu berbuat keadilan dan kejujuran,” pintanya.(*/san)















