BALIKPAPAN, lintasraya.com – Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara (Kaltimra) pastikan Stok beras ke depan aman. Sebanyak 3.600 ton beras disiapkan untuk memastikan stok beras cukup dan aman sampai akhir Tahun 2022. Ditambah, persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Tak hanya beras, stok komoditi lainnya pun dipastikan aman. Seperti, gula, minyak dan daging. Untuk stok gula di Balikpapan ada 35 ton dan stok daging masih ada 4,5 ton. Hal tersebut diungkapkan Pemimpin Bulog Kanwil Kaltimra, Arrahim K. Kanam saat ditemui awal media di kantornya, Selasa (30/8/2022) sore.
“Kami masih menunggu stok daging yang akan masuk berikutnya. Begitu juga dengan minyak goreng curah. Untuk Samarinda sudah masuk juga minyak curahnya. Khusus Balikpapan dan Berau, masih dalam perjalanan. Akan masuk 1 kontainer dari Sulsel” katanya.
Arrahim menjelaskan, seperti diketahui Kaltim merupakan bukan daerah penghasil bahan pangan dengan skala besar, Jadi masih bergantung pasokan dari daerah produsen, contohnya Sulawesi Selatan. Khususnya komoditi beras. Kendati demikian, BULOG tetap menyerap beras lokal di sekitar Kaltim – Kaltara. Salah satunya beras lokal di Penajam Paser Utara (PPU).
“Akhir 2021 kami menyerap 400 ton dan tahun ini 600 ton lagi beras dari PPU,” jelasnya.
Selain PPU, masih ada lagi daerah produsen beras di Kaltim-Kaltara. Seperti Kutai Kartanegara dan Berau. Meskipun masih dalam skala kecil.
“Kami juga serap di dua daerah tersebut tapi memang jumlahnya masih kecil,” ungkapnya.
Dirinya menyebut, selain volumenya masih sedikit, tantangan yang dihadapi beras lokal dari Kukar yaitu kualitas berasnya. Seperti diketahui, Kukar merupakan daerah yang dikelilingi tambang batu bara. Otomatis sedikit banyaknya akan berdampak pada kualitas berasnya.
“Jujur saja, tantangannya di Kukar sangat besar. Yaitu tentang dampak limbah tambang yang bisa saja mempengaruhi kualitas beras yang dihasilkan,” jelasnya.
Ditanya, tentang realisasi target tahun ini, dirinya menyebut untuk komoditi komersial baru tercapai 25 persen. Artinya masih perlu banyak evaluasi dan PR untuk meningkatkan dari angka tersebut.
Sementara, realisasi komoditi beras memang meningkat dari tahun sebelumnya. Yaitu 6.000 ton menjadi 8.000 ton pertahun. Walaupun jumlahnya tetap disesuaikan dengan penjualannya.
Kemudian, upaya BULOG untuk menjaga kestabilan harga dan inflasi, sesuai arahan pemerintah BULOG terus melakukan operasi pasar, pasar murah dan memanfaatkan program – program bantuan sosial . Tak hanya beras saja, sebab BULOG juga memiliki komoditi lain yang bersifat komersial.
“Khusus di Balikpapan, Dulu seminggu sekali, sekarang seminggu dua kali. Kita gelar pasar murah. Bekerjasama tiap kelurahan di Balikpapan. Mulai minyak goreng kemasan maupun yang curah, beras, gula dan daging,” bebernya.
Untuk tantangan yang dihadapi saat ini, Arrahim mengaku, mulai dari ketersediaan pasokan barang, cuaca hingga pendistribusiannya.(*/wan)















