LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Manggar menunjukkan kinerja positif dalam program imunisasi dasar lengkap (IDL) di wilayah Balikpapan Timur.
Hingga Oktober 2025, cakupan imunisasi telah mencapai sekitar 80 persen, dan optimisme tinggi terus dijaga agar target tahunan bisa tercapai hingga akhir tahun.
“Kalau cakupan imunisasi di Puskesmas Manggar sampai Oktober ini sudah 80 persen lebih. Bulan November masih berjalan, jadi capaian ini masih akan bertambah,” ungkap Harni Suprikatin, Penanggung Jawab (Pj) Program Imunisasi Puskesmas Manggar, Rabu 12 November 2025.
Harni menjelaskan, fokus utama capaian ini adalah imunisasi dasar lengkap bagi bayi sejak lahir. Program ini meliputi vaksinasi Hepatitis B, DPT, Polio, dan IPV, yang diberikan secara bertahap sesuai usia anak.
Ia juga menyebut adanya dua jenis vaksin antigen baru, yakni PCV dan Rotavirus, yang mulai diperkenalkan sejak 2023.
“Vaksin ini penting untuk melindungi anak dari penyakit. Namun, memang distribusinya kadang masih terbatas,” jelasnya.
Selain tantangan logistik vaksin, Harni menyebutkan luasnya wilayah kerja menjadi kendala tersendiri dalam pendataan cakupan imunisasi.
“Wilayah Manggar cukup luas, ada sekitar 100 RT. Tidak semua bayi datang ke Puskesmas. Ada yang imunisasi di klinik swasta seperti Klinik Ibnu Sina, Klinik Bunda Asih, atau di posyandu-posyandu. Jadi kami juga harus menghimpun data dari berbagai sumber,” paparnya.
Untuk memastikan seluruh kegiatan imunisasi tercatat, Puskesmas Manggar juga menggunakan aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu).
Setiap vaksinasi wajib diinput ke sistem tersebut agar terhitung dalam laporan cakupan.
“Kalau datanya belum dimasukkan ke aplikasi, maka tidak terhitung secara resmi. Jadi petugas harus teliti dalam pelaporan,” ujar Harni.
Meski menghadapi tantangan wilayah dan ketersediaan vaksin, pihaknya tetap optimistis target cakupan bisa tercapai.
Terlebih, saat ini juga sedang dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak di beberapa posyandu.
“Kami temukan beberapa kasus campak di lapangan, jadi sekalian kita berikan vaksin campak dan melengkapi imunisasi anak-anak yang tertinggal, seperti polio keempat,” ujarnya.
Harni menegaskan, program imunisasi bukan sekadar angka capaian, tetapi bentuk perlindungan jangka panjang bagi generasi penerus.
“Selama masih ada anak yang belum lengkap imunisasinya, kami akan terus turun ke lapangan. Ini bagian dari tanggung jawab kami menjaga anak-anak tetap sehat dan terlindungi,” pungkasnya. (*/ADV)















