LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Manggar tak berhenti pada edukasi remaja putri saja.
Langkah berikutnya menyasar kelompok calon pengantin (catin) sebagai bagian penting dalam membangun generasi sehat sejak sebelum kehamilan.
Menurut Paulina, Nutrisionis Puskesmas Manggar, masa sebelum pernikahan menjadi fase krusial dalam mempersiapkan kesehatan calon ibu.
“Kami memberikan edukasi kepada calon pengantin tentang pentingnya asupan gizi seimbang, makanan bergizi, dan pola hidup sehat sebelum memasuki masa kehamilan,” ujarnya.
Melalui program ini, setiap calon pengantin perempuan dibekali pengetahuan mengenai kebutuhan zat gizi penting seperti protein, zat besi, asam folat, dan kalsium.
Mereka juga diberi pemahaman tentang makanan yang sebaiknya dihindari, terutama makanan instan, tinggi garam, atau rendah nilai gizi.
“Misalnya, ibu hamil sebaiknya tidak sering mengonsumsi mie instan atau makanan cepat saji karena kandungan gizinya rendah,” tambahnya.
Program ini dijalankan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk Kelurahan Manggar, sehingga edukasi gizi menjadi bagian dari pemeriksaan pranikah.
Catin juga mendapat pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengukuran berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan hemoglobin (HB), untuk memastikan mereka siap secara fisik menghadapi kehamilan.
Selain itu, calon pengantin diberikan materi tentang kesiapan mental dan pola asuh anak, agar mereka tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga siap menjadi orang tua yang memahami kebutuhan tumbuh kembang balita nantinya.
Paulina menegaskan, intervensi gizi sejak masa catin berperan besar dalam menekan risiko stunting.
“Kalau gizi calon ibu sudah baik sejak sebelum hamil, maka janin pun akan berkembang dengan optimal. Ini yang kami tekankan dalam setiap edukasi,” katanya.
Melalui kegiatan penyuluhan, kunjungan lapangan, dan kolaborasi dengan berbagai lintas sektor, Puskesmas Manggar terus memperluas jangkauan edukasi ini agar semua calon pengantin memiliki kesadaran penuh terhadap pentingnya kesehatan pra-kehamilan.
Program ini menjadi bagian dari strategi pencegahan berjenjang yang dijalankan Puskesmas Manggar, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
Dengan bekal gizi dan edukasi yang tepat sejak awal, diharapkan setiap keluarga baru dapat melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan bebas dari risiko stunting. (*/ADV/jan)















