LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Guna memperkuat ekosistem halal di Kota Beriman, puluhan juru sembelih halal (juleha) menjalani pelatihan kompetensi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan dan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Balikpapan ini bertujuan meningkatkan kualitas penyembelihan halal yang sesuai standar nasional.
Sebanyak 50 peserta ambil bagian dalam pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (28/10) di kantor Kementerian Agama Balikpapan.
Sekretaris DP3 Balikpapan, Hidayatullah Nihe, menyebut pelatihan ini mengusung tema kompetensi untuk Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia dan memberikan wawasan mendalam kepada peserta tentang seluruh aspek dalam proses penyembelihan hewan.
“Pelatihan ini bertujuan untuk mempercepat perluasan RPH dan RPU halal di Balikpapan. Keberadaan juleha yang tersertifikasi berbasis SKKNI akan sangat membantu pelaku usaha, sekaligus menjamin konsumen atas pasokan daging yang benar-benar halal,” ujar Hidayatullah. Ia menambahkan, juleha yang dilatih ini tak hanya diajarkan prinsip kehalalan, tetapi juga aspek legalitas penyembelihan yang sesuai aturan kenegaraan.
Selain keterampilan teknis penyembelihan, peserta juga dibekali pemahaman tentang prinsip kesejahteraan hewan, mulai dari teori, tata cara, hingga praktik langsung. “Peserta melalui pre-test dan post-test untuk memastikan peningkatan kemampuan mereka. Dengan begitu, hanya mereka yang benar-benar kompeten yang akan mendapatkan sertifikat,” tambahnya.
Kepala Kemenag Balikpapan, Masrivani, mengapresiasi pelatihan ini sebagai langkah signifikan untuk melindungi masyarakat dari sisi kehalalan produk pangan. “Pelatihan juleha ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan produk yang halal, terutama pada hewan dan unggas yang menjadi konsumsi sehari-hari,” jelasnya.
Masrivani juga menegaskan komitmen Kemenag Balikpapan dalam mendukung ekosistem halal melalui program sertifikasi. “Kami berperan aktif dalam mendukung ekosistem halal. Sertifikasi halal ini mencakup berbagai produk, termasuk yang berasal dari proses penyembelihan,” pungkasnya.
Dengan pelatihan ini, diharapkan Balikpapan dapat terus menjaga kehalalan dan kesejahteraan dalam proses penyembelihan hewan, sekaligus memperluas ekosistem halal yang amanah bagi masyarakat. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/wan)















