LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Menjelang akhir tahun, Puskesmas Gunung Bahagia mencatat peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Lonjakan terutama terjadi dalam dua bulan terakhir dan didominasi oleh kelompok balita serta anak usia sekolah.
Hal ini disampaikan oleh Wahyu Efiliana, Amd.Kep, Pemegang Program Lansia dan ISPA Puskesmas Gunung Bahagia.
“ISPA sebenarnya tidak terlalu banyak biasanya, tapi akhir-akhir tahun ini meningkat banget. Dua bulan terakhir ini batuk pilek banyak sekali, hampir semua usia, tapi yang paling banyak memang balita dan anak-anak,” jelasnya, kamis (27/11/2025).
Peningkatan ini terlihat jelas dari jumlah pasien yang datang setiap hari.
“Khusus balita, sehari itu bisa 10 orang. Untuk anak usia di atas lima tahun juga sekitar 10 orang. Biasanya tidak pernah sebanyak ini,” ujar Wahyu.
Selain batuk dan pilek, kasus pneumonia turut ditemukan, meski tidak sebanyak ISPA umum.
Menurut Wahyu, cuaca Balikpapan yang tidak stabil berperan besar dalam meningkatnya kasus.
“Faktornya virus, tapi cuaca yang tidak menentu juga sangat berpengaruh. Panas lalu hujan, anak sekolah paling banyak terkena karena penularannya cepat. Satu anak sakit, bisa menular ke teman-teman lainnya,” terangnya.
Wahyu menjelaskan bahwa penanganan ISPA tetap sesuai prosedur medis, bergantung pada penyebabnya.
“Pengobatannya oleh dokter. Jika penyebabnya virus, penanganannya berbeda dengan infeksi bakteri yang mungkin perlu antibiotik. Yang jelas, datang dulu untuk diperiksa,” katanya.
Ia mengimbau orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama soal kebersihan anak selama di sekolah.
“Jaga makanan yang dikonsumsi anak, terutama yang dijajakan di sekolah. Kebersihan penting karena virus cepat menyebar,” tambahnya.
Meski terjadi lonjakan, akses layanan di Puskesmas Gunung Bahagia tetap dipermudah melalui pendaftaran online.
“Semua usia boleh daftar online, termasuk balita dan dewasa. Yang tidak bisa hanya imunisasi, karena harus datang langsung. Selebihnya semua bisa daftar melalui sistem online,” jelasnya.
Wahyu menegaskan bahwa untuk program ISPA, puskesmas melakukan monitoring secara rutin.
“Program khusus tidak ada, hanya pelaporan bulanan tentang jumlah kunjungan dan kasus ISPA,” tutupnya.(*/ADV/puskesmas Gunung Bahagia)















