LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas suksesnya penyelenggaraan HUT ke-45 Dekranas di Kota Balikpapan.
Acara yang berlangsung sejak 8 Juli di BSCC Dome itu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat dan peserta dari seluruh Indonesia.
Dalam pantauannya langsung di arena ekspo, Hj. Nurlena menyebut antusiasme warga Balikpapan sangat tinggi, bahkan hingga malam hari.
“Alhamdulillah, saya bisa keliling dari pintu masuk sampai pintu keluar. Hasilnya luar biasa. Masyarakat datang sampai malam, apalagi usai pulang kerja. Ini menandakan kebangkitan ekonomi kita,” ujar Nurlena, Kamis (10/7/2025) malam.
Ia mengungkapkan, banyak stan kerajinan peserta dari luar daerah yang mengalami lonjakan transaksi. “Tadi saya dengar ada pelaku UMKM yang dalam sehari bisa tembus Rp40 juta. Ini luar biasa dan menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan promosi sejak awal benar-benar berhasil,” ucapnya.
Sebanyak 170 stan ekspo dari 38 provinsi dan lebih dari 80 UMKM lokal Balikpapan turut serta dalam pameran ini. Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari batik, manik-manik, tenun, olahan kuliner, hingga kerajinan tangan khas daerah.
“Produk-produk kerajinan dari seluruh republik ini hadir di sini. Ini seperti melihat miniatur Indonesia yang sesungguhnya, dan Balikpapan memang layak disebut miniatur Indonesia karena semua suku ada di sini,” tambahnya.
Hj. Nurlena juga menekankan pentingnya mencintai produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku UMKM dan perajin. “Mencintai produk lokal itu bukan hanya dipuji, tapi dibeli. Dengan membeli, kita mendorong ekonomi lokal agar naik kelas,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar produk dari pelaku UMKM sudah habis terjual, dan banyak peserta harus melakukan restok. “Mereka sampai khawatir kehabisan stok karena antusias masyarakat luar biasa. Ini bukti bahwa produk lokal kita diminati,” jelasnya.
Menanggapi arahan Ketua Umum Dekranas, Ibu Selvi Gibran Rakabuming, soal pentingnya adaptasi di era digital, Hj. Nurlena sepakat bahwa para perajin harus mulai aktif di media sosial. “Kita sudah masuk zaman teknologi, promosi harus dilakukan melalui media digital. Apalagi anak-anak muda sekarang sudah melek digital dan mulai mencintai produk lokal, ini peluang besar,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam mempromosikan dan mengembangkan industri kerajinan. “Gaya mereka berbeda, desain mereka segar, dan mereka punya jejaring. Ini potensi besar untuk mendorong produk lokal ke pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Selain pameran produk, acara HUT Dekranas juga diramaikan dengan pertunjukan seni budaya, termasuk penampilan dari grup musik ternama dan pertunjukan tari nusantara. Kegiatan sosial juga digelar, seperti pemeriksaan kesehatan dan mata gratis bagi ribuan warga.
Hj. Nurlena menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini memperkuat misi Dekranasda sebagai wadah pembinaan, promosi, dan pemberdayaan perajin di daerah. “Kita bukan hanya merayakan, tapi juga mendorong dampak nyata. Ini saatnya kerajinan daerah unjuk gigi di level nasional bahkan internasional,” pungkasnya.(*/ADV/Diskominfo Balikpapan/san)















