LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menyatakan optimisme bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar masih mampu menampung lonjakan volume sampah, terutama selama bulan Ramadan.
Menurutnya, kapasitas TPA Manggar masih mencukupi selama jumlah penduduk Balikpapan belum mencapai 2 juta jiwa.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memperkirakan volume sampah meningkat hingga dua kali lipat selama Ramadan dibandingkan hari biasa. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, terutama dari pasar, rumah tangga, dan sektor usaha kuliner.
“Penduduk Balikpapan masih fluktuatif karena banyak pendatang. Namun, selama jumlah penduduk belum mencapai 2 juta jiwa, kapasitas TPA Manggar masih bisa menampung sampah kota,” ujar Yusri, Jumat (28/2/2025).
Saat ini, TPA Manggar memiliki luas sekitar 40 hektare, namun baru memanfaatkan sekitar 20 hektare untuk pembuangan sampah. Sisa lahan lainnya digunakan untuk penghijauan guna menjaga keseimbangan ekosistem.
Yusri mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong sistem pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Dengan memilah sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya (B3), volume sampah yang masuk ke TPA dapat dikurangi secara signifikan.
“Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sangat membantu memperpanjang usia pakai TPA dan mengurangi dampak lingkungan. Kesadaran masyarakat dalam hal ini menjadi sangat penting,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang sulit terurai. Upaya ini diharapkan dapat menekan jumlah sampah yang sulit dikelola dan mencemari lingkungan.
Dalam jangka panjang, Yusri menilai bahwa pengelolaan sampah harus lebih modern dan berkelanjutan. DPRD mendorong pemerintah kota untuk mengadopsi teknologi pengolahan sampah, seperti daur ulang, komposting, serta pemanfaatan sampah menjadi energi.
“Pengelolaan sampah yang menghasilkan energi adalah langkah modern yang harus mulai dipertimbangkan. Ini tidak hanya mengurangi sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat,” katanya.
Dengan kapasitas TPA yang masih mencukupi dan strategi pengelolaan sampah yang terus ditingkatkan, Yusri optimistis Balikpapan dapat menjaga kebersihan kota dan mengurangi dampak lingkungan.
“Jika kita semua bekerja sama untuk mengurangi dan mengelola sampah dengan baik, maka Balikpapan bisa menjadi kota yang lebih hijau dan nyaman untuk ditinggali,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan/wan)















