LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Upaya memperkuat pengawasan distribusi energi, khususnya LPG, kembali mendapat perhatian melalui kegiatan dialog warga yang digelar di RT 32 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Sabtu (15/11/2025) malam.
Meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut, antusiasme masyarakat tidak surut untuk mengikuti agenda yang menghadirkan Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah.
Berlokasi di halaman Posyandu setempat, warga tetap bertahan di bawah tenda seadanya demi menyampaikan keluhan dan masukan terkait akses energi. Kehadiran Ketua RT 32 Bambang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pemuda menambah kuatnya aspirasi yang ingin disampaikan.
Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas komitmen warga untuk hadir meski diguyur hujan. Ia menilai partisipasi aktif masyarakat merupakan modal penting dalam memperbaiki tata kelola energi di daerah.
“Semangat warga di tengah hujan deras menunjukkan bahwa isu LPG memang benar-benar mendesak. Ini menjadi sinyal kuat bagi kami untuk melakukan pengawasan lebih intensif,” jelas Adi.
Menurutnya, masalah energi tidak sekadar persoalan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut hak warga untuk mendapatkan layanan yang layak. Karena itu, seluruh keluhan terkait akses LPG di RT 32 menjadi bagian penting dari agenda kerja Komisi II DPRD.
“Kami ingin memastikan setiap persoalan tentang LPG—baik harga, ketersediaan, maupun distribusi—ditangani dengan tepat. Bila warga kesulitan, berarti ada yang tidak berjalan semestinya,” tegasnya.
Adi juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara warga dan DPRD, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar bersumber dari kebutuhan masyarakat.
“Dialog seperti ini harus terus dilakukan. Dengan jembatan komunikasi yang terbuka, DPRD dapat mengambil langkah yang benar-benar sesuai dengan realitas di lapangan,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari kenaikan harga LPG, pasokan yang tidak merata, hingga kurangnya informasi resmi terkait distribusi. Adi memastikan seluruh masukan tersebut akan dibawa ke pembahasan internal DPRD dan menjadi dasar penguatan pengawasan ke pihak terkait.
“Kami akan mendorong pemerintah kota bersama lembaga terkait memperketat pengawasan pasokan dan harga LPG. Jangan sampai ada warga dirugikan oleh kelangkaan atau permainan harga,” tambahnya.
Adi menutup dialog dengan ajakan untuk terus memperkuat kerja sama antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah. Menurutnya, solusi akan lebih mudah ditemukan ketika seluruh elemen berjalan dalam satu langkah.
“Terima kasih atas keberanian warga menyuarakan persoalan yang dihadapi. Kami berkomitmen memperjuangkan apa yang disampaikan malam ini demi Balikpapan yang lebih baik,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















