LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Menyambut bulan suci Ramadan, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan terus berupaya menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim piatu. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial serta meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan di kota ini.
Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Edi Gunawan, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan secara menyeluruh untuk memastikan bantuan diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan. Bantuan ini berasal dari berbagai sumber, termasuk pemerintah pusat, provinsi, serta Dinas Sosial Kota Balikpapan sendiri.
“Pada bulan Ramadan ini, kami memang memberikan bantuan sosial, dan saat ini kami masih melakukan pendataan agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan,” ujar Edi dalam wawancara, Jumat (7/3/2025).
Selain melakukan pendataan, Dinsos Balikpapan juga menerima kunjungan dari perwakilan Kementerian Sosial dan pihak terkait dari Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas skema bantuan khusus bagi anak yatim piatu agar lebih terstruktur dan tepat sasaran.
Menurut Edi, bantuan ini tidak hanya diberikan selama Ramadan, tetapi juga dirancang untuk berlangsung sepanjang tahun bagi anak-anak yang telah terverifikasi dalam Sistem Informasi Administrasi Pemberian (IAPI).
“Bantuan ini bukan sekadar program musiman, tetapi merupakan bagian dari skema perlindungan sosial yang berkelanjutan bagi anak-anak yatim piatu di Balikpapan,” jelasnya.
Pendataan ini mencakup anak yatim piatu berusia di bawah 18 tahun, baik yang tinggal di panti asuhan maupun di luar panti. Data yang telah dikumpulkan kemudian dikirimkan ke pemerintah pusat untuk ditinjau lebih lanjut, guna memastikan bahwa anak-anak tersebut mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan mereka.
Dinsos Balikpapan tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan dalam bentuk materi, tetapi juga berupaya memberikan layanan sosial yang lebih luas bagi anak-anak yatim piatu. Hal ini termasuk program pendidikan, dukungan psikososial, serta akses terhadap berbagai fasilitas kesejahteraan lainnya.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak ini tidak hanya mendapatkan bantuan sementara, tetapi juga dukungan jangka panjang yang dapat membantu kehidupan mereka ke depan,” tambah Edi.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan anak-anak yatim piatu di Balikpapan dapat merasakan keberkahan Ramadan dan memiliki masa depan yang lebih baik. Dinsos juga mengajak berbagai pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha, untuk turut berpartisipasi dalam program sosial ini demi menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan sejahtera bagi mereka.(*/ADV/diskominfo Balikpapan/Fred)















