LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD terus mendorong optimalisasi layanan transportasi massal, khususnya pengembangan shelter untuk angkutan umum gratis.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, mengungkapkan rencana penambahan tiga shelter baru guna mendukung kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan bus gratis.
Menurut Yono, saat ini Pemkot Balikpapan baru memiliki empat titik shelter untuk layanan bus gratis, sementara idealnya dibutuhkan sedikitnya tujuh titik agar menjangkau seluruh wilayah kota, termasuk kawasan Bandara SAMS Sepinggan dan Balikpapan Timur.
“Kami sedang mengusulkan tiga shelter tambahan. Salah satunya di kawasan Bandara, agar masyarakat dan tamu yang datang ke Balikpapan tidak perlu lagi berjalan jauh,” ungkap Yono, usai menerima lawatan DPRD Samarinda, Senin (4/8/2025).
Shelter lain yang diusulkan akan dibangun di kawasan Kilometroan (Kilo), dengan harapan bisa memperluas jangkauan layanan transportasi umum.
Yono menambahkan, anggaran untuk realisasi tiga shelter ini masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah, termasuk dampak dari pemotongan anggaran pusat.
“Rancangan anggarannya sekitar Rp60 miliar. Tapi ini masih dalam pembahasan. Kita godok dulu urgensinya, karena juga ada keterbatasan dari pusat,” jelasnya.
Ia mengakui, bahwa program bus gratis yang diharapkan bisa menjadi solusi transportasi publik masih belum berjalan maksimal di Balikpapan. Salah satu tantangan utamanya adalah minimnya fasilitas pendukung seperti halte dan rute yang belum menyentuh seluruh kawasan.
“Balikpapan belum 100 persen berjalan normal. Kita masih adaptasi, masih proses pembenahan agar layanan benar-benar bisa dinikmati masyarakat secara luas,” tambahnya.
DPRD juga mencermati pengalaman implementasi program serupa di kota lain, seperti Samarinda, di mana adaptasi dan respon masyarakat menjadi faktor penting keberhasilan program.
Menanggapi kekhawatiran sopir angkot atas hadirnya bus gratis, Yono menegaskan bahwa Pemkot dan DPRD akan melakukan sosialisasi menyeluruh kepada pelaku transportasi lokal. Ia berharap tidak ada benturan kepentingan dan seluruh pihak bisa menerima kebijakan ini secara positif.
“Kami akan melakukan sosialisasi lanjutan, seperti yang dilakukan saat peluncuran tahap pertama. Tujuannya agar para pengemudi angkot juga memahami dan tidak merasa terpinggirkan,” ujar Yono.
Menurutnya, keberadaan bus gratis bukan untuk mematikan angkot, namun sebagai alternatif layanan publik yang terjangkau, aman, dan ramah lingkungan.(*/ADV/DPRD Balikpapan/san)















