LINTASRAYA.COM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mematangkan rencana pembangunan pasar induk modern di kawasan Kariangau yang ditargetkan terealisasi pada 2027. Proyek ini diharapkan menjadi solusi atas kepadatan pasar rakyat yang kerap sulit diawasi, seperti Pasar Pandansari.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menyebutkan pembangunan pasar induk telah melalui pembahasan awal dalam Focus Group Discussion (FGD) kajian akademik terkait sistem operasional dan manajemen pasar.
“Kajian akademik dan naskahnya sudah berjalan. Insya Allah pasar induk ini bisa diwujudkan. Salah satu tujuannya adalah mengurangi beban pasar rakyat yang selama ini menjadi pusat distribusi,” ujar Taufik, Rabu (8/10/2025).
Rencananya, pasar induk akan berdiri di atas lahan seluas 9 hektare di kawasan Kariangau, Balikpapan Utara. Namun, Taufik mengakui, lahan yang siap dibangun baru sekitar 5 hektare karena sebagian masih terkendala persoalan kepemilikan. “Kajian detail sedang dilakukan untuk menentukan kebutuhan dan rancangan fisik pasar induk,” tambahnya.
Pemilihan lokasi di Kariangau dianggap strategis karena dekat dengan rumah potong unggas dan area peti kemas yang menjadi pintu distribusi berbagai komoditas. Pasar induk ini diharapkan mampu menjadi pusat distribusi bahan pokok dengan sistem pengelolaan modern yang terintegrasi lintas sektor.
Taufik menjelaskan, pasar induk juga dirancang untuk menjaga stabilitas harga dengan menjual barang di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) distributor. “Dengan begitu, pedagang pasar rakyat bisa mengambil barang langsung dari pasar induk dengan harga yang lebih terjangkau,” tuturnya.
Dalam FGD, sejumlah pelaku usaha menyarankan agar pasar tidak dibangun bertingkat untuk mempermudah aktivitas bongkar muat. Namun, desain akhir akan disesuaikan dengan hasil kajian akademik.
“Ada yang mengusulkan satu lantai, tetapi tidak menutup kemungkinan dua lantai untuk tambahan fungsi seperti kantor, musala, dan aula pertemuan,” jelasnya.
Selain infrastruktur fisik, Taufik menekankan pentingnya adaptasi pasar induk terhadap tren pasar digital. Ia mendorong agar pedagang di pasar induk kelak dapat memanfaatkan platform daring untuk memasarkan produk, namun tetap menjaga harga agar kompetitif.
Ia berharap kajian yang digarap bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) dapat segera rampung, sehingga Pemkot bisa memulai tahapan pembangunan sesuai dengan kemampuan anggaran. “Semoga rencana ini bisa masuk prioritas anggaran daerah dan mulai dibangun pada 2027,” pungkasnya. (*/Adv/DPRD Balikpapan)















