LINTASRAYA.COM, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan para guru menjadi pelopor transformasi pendidikan digital.
Para pendidik, termasuk kepala sekolah, akan dibekali keterampilan coding, Artificial Intelligence (AI), dan deep learning dalam pelatihan intensif mulai 13 Juli 2025.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Tak hanya untuk meningkatkan kapasitas, pelatihan ini juga diarahkan untuk mendorong inovasi dalam pembelajaran di kelas.
“Pelatihan coding dan AI akan diikuti oleh 38 guru TIK dari 38 SMP yang telah ditetapkan sebagai sekolah sasaran,” jelas Emy Rosana Saleh, Plt Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Rabu (16/7/2025).
Pelatihan ini akan difasilitasi oleh Balai Guru Tenaga Kependidikan (BGTK), unit pelaksana Kemendikbudristek, dan didampingi oleh Lembaga Pelatihan Diklat (LPD) bersertifikat. Agenda pelatihan akan berlangsung hingga 17 Juli mendatang.
Selain guru TIK, program deep learning juga akan diberikan untuk kepala sekolah serta tiga guru dari masing-masing SMP sasaran, yang mewakili mata pelajaran bahasa, sains, dan matematika.
Sebelumnya, mereka akan menjalani pelatihan khusus bagi fasilitator di Samarinda atau Balikpapan.
“Penetapan sekolah sasaran dilakukan langsung oleh pusat. Memang tidak semua kecamatan terwakili, tapi data peserta sudah kami terima,” imbuh Emy.
Dari sisi fasilitas, Disdikbud Kukar menyatakan bahwa sebagian besar sekolah—baik negeri maupun swasta—sudah siap secara infrastruktur.
Terutama sekolah-sekolah rujukan Google yang telah dilengkapi perangkat Chromebook bagi setiap siswa.
Dengan program ini, Disdikbud tidak sekadar mendorong guru menjadi lebih melek digital, tetapi juga mendorong mereka menjadi arsitek perubahan dalam pola pengajaran.
Tujuannya, menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan berorientasi masa depan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menyesuaikan sistem pendidikan Kukar dengan semangat Merdeka Belajar, sekaligus menjawab tantangan zaman di mana teknologi bukan lagi pelengkap, tapi bagian inti dari proses belajar mengajar. (*/ADV/diskominfo Kukar/tha)















