BALIKPAPAN, lintasraya.com – Sebagai tuan rumah Hari olahraga nasional (Haornas) 2022, kota Balikpapan harus mempersiapkan segala sesuatunya.
Menyikapi hal tersebut, pemerintah kota Balikpapan bersama DPRD Balikpapan dan dinas terkait melakukan rapat koordinasi pada Senin (22/8/2022) pagi di aula kantor walikota Balikpapan.
Rapat tersebut dipimpin sekretaris daerah Balikpapan Muhaimin dan dihadiri wakil ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle serta dinas pariwisata.
Usia rapat, Sabaruddin menjelaskan, sebagai tuan rumah Haornas 2022 yang akan dilakukan pada 9 September 2022 mendatang. Balikpapan harus bekerja lebih ekstra dalam melakukan persiapan. Sebab, event berskala nasional ini akan dibuka langsung presiden RI Joko Widodo. Beserta menterinya dan kepala daerah se-Indonesia.
Jadi, dirinya berharap dengan adanya event nasional ini menjadi perhatian penting pemerintah untuk melakukan persiapan yang matang. Apalagi lokasinya akan dipusatkan di stadion Batakan Balikpapan timur. khususnya pengamanan dari segi akses jalan. Karena, diketahui wilayah Balikpapan timur ini tingkat kemacetan nya cukup tinggi. Sebab masih satu jalur.
“Kita bayangkan saja, jika tim Persiba melakukan pertandingan akses jalan yang hanya berjarak 5 kilometer harus memakan waktu berjam-jam. sudah sangat macet. Apalagi nanti pada saat Haornas berlangsung. Ini yang perlu kita ingatkan khususnya dinas perhubungan kota bersama kepolisian untuk mengatasi hal tersebut,” ungkapnya usai melakukan rapat bersama pemerintah kota dan dinas terkait.
Sabaruddin menambahkan, untuk mengantisipasi hal tersebut tidak menutup kemungkinan menggunakan jalur laut. Kemudian di event nasional ini juga dirinya mengingatkan tentang prokes. Sebab, masa Pandemi covid-19 ini belum berakhir. Harus tetap waspada pastikan semua sudah melakukan booster.
Yang tak kalah penting yaitu, pelayanan kota Balikpapan selaku tuan rumah harus ekstra maksimal. Mulai dari Mempersiapkan transportasi, perhotelan, kuliner serta apa saja yang menjadi ciri khas Balikpapan. Untuk melayani para tamu dari berbagai Indonesia. Yang outputnya berkaitan dengan Penghasilan Asli Daerah (PAD) kota Balikpapan.
“Tampilkan semua yang menjadi ciri khas Balikpapan. Kita kan banyak mendapatkan rekor MURI. Seperti nasi goreng nanas, pepaya mini dan mie berbahan baku singkong. Ini kemana semua. Jangan hanya dijadikan ajang mencari penghargaan saja. Kalau ini ditampilkan akan berdampak positif bagi pemulihan ekonomi di Balikpapan khususnya para UMKM,” jelasnya.
“Sesuai slogan kita tahun ini. Pulih lebih cepat bangkit lebih kuat. Mau tidak mau kita harus siap menjadi tuan rumah. Apalagi Balikpapan dikenal sebagai kota penyanggah IKN,” tandasnya.(*/wan)















