LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Program pemeriksaan keliling Puskesmas Gunung Bahagia kembali menegaskan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat.
Dari hasil skrining rutin yang dilakukan di sejumlah RT, hipertensi masih menjadi kasus terbanyak yang ditemukan tim kesehatan.
“Yang paling banyak itu hipertensi. Selain itu ada juga stroke dan kolesterol, tapi dominannya tetap hipertensi,” jelas Budi Purwiyanto, Amd.Kep, tenaga kesehatan Puskesmas Gunung Bahagia.
Tahun ini, puskesmas menargetkan skrining hipertensi kepada sekitar 3.600 warga. Hingga saat ini, capaian sudah berada pada angka 94 persen, melampaui standar minimal pelayanan sebesar 85 persen. Capaian ini menunjukkan tingginya partisipasi warga sekaligus menguatkan pentingnya keberlanjutan program pemeriksaan keliling.
Menurut Budi, setiap temuan baru akan langsung diarahkan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara bagi pasien lama, pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi tetap terkontrol.
“Sekarang dokter juga aktif mengarahkan ke rumah sakit bila diperlukan. Pasien punya buku PRD untuk pengambilan obat satu kali sebulan,” tambahnya, kamis (27/11/2025).
Meski belum memiliki inovasi baru, tim tetap konsisten menjalankan program BTM (Bina Terpadu Masyarakat) sebagai pilar utama pemantauan kesehatan di wilayah tersebut.
Budi mengingatkan bahwa masyarakat sehat sekalipun tetap perlu melakukan pemeriksaan rutin sebagai langkah penting pencegahan.
“Yang penting rutin diperiksa. Minimal setahun sekali untuk warga sehat. Kalau punya risiko, tiga bulan sekali,” ujarnya.
Melalui program pemeriksaan keliling yang terus digencarkan, Puskesmas Gunung Bahagia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan dapat menekan angka hipertensi maupun penyakit tidak menular lainnya di wilayah Gunung Bahagia.(*/ADV/puskesmas Gunung Bahagia)















