LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Ancaman diabetes semakin meningkat di tengah gaya hidup modern yang serba cepat. Ketersediaan minuman manis berharga murah, camilan ultraprocessed, serta kebiasaan kurang bergerak menjadi faktor yang mendorong penyakit ini muncul di usia yang semakin muda.
Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Manggar menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah, dengan keluarga sebagai garda terdepan.
Kristyaning Melinda Trisnia, Perawat sekaligus Pemegang Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Manggar, menyampaikan bahwa kebiasaan sehari-hari adalah kunci utama dalam menekan risiko diabetes.
“Sekarang banyak sekali teh manis dan kopi manis kemasan dengan harga terjangkau, belum lagi makanan ultraprocessed. Orang tua perlu rutin mengajarkan anak memilih makanan sehat agar mereka terbiasa sejak kecil,” ujarnya, Sabtu 15 November 2025.
Pola konsumsi memang menjadi perhatian utama, namun tidak berhenti di sana. Puskesmas Manggar mengajak keluarga untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai rutinitas bersama, seperti berolahraga ringan di akhir pekan atau berjalan kaki setiap hari.
Kebiasaan ini, apabila dibangun sejak dini, dapat menurunkan risiko diabetes dan membantu anggota keluarga mempertahankan berat badan ideal.
Selain makanan dan aktivitas fisik, Melinda juga menekankan pentingnya kualitas tidur serta pengelolaan stres.
Tidur sebelum pukul 22.00, menghindari begadang, dan tidak merokok merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar terhadap kesehatan metabolik.
“Pola hidup sehat itu satu paket. Makan sehat saja tidak cukup kalau aktivitas fisik rendah dan tidur tidak teratur,” tegasnya.
Untuk memastikan pesan-pesan ini sampai ke masyarakat luas, Puskesmas Manggar menggabungkan penyuluhan langsung dengan edukasi digital.
Informasi kesehatan dibagikan melalui Instagram dan WhatsApp resmi puskesmas, sehingga bisa diakses kapan saja oleh warga, dari anak muda hingga orang tua.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat budaya hidup sehat di berbagai lingkungan.
Melinda berharap masyarakat semakin bijak dalam memilih makanan serta memahami bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab pribadi.
“Harapan kami, bijaksanalah dalam memilih makanan yang dikonsumsi, karena diri sendiri lah yang bertanggung jawab atas kesehatannya,” tutupnya.
Melalui edukasi keluarga, pembiasaan hidup sehat, dan dukungan tenaga kesehatan, Puskesmas Manggar ingin memastikan bahwa pencegahan diabetes bukan hanya kampanye sesaat, tetapi gerakan berkelanjutan yang dimulai dari rumah.
Dengan demikian, generasi Balikpapan dapat tumbuh lebih sehat, tangguh, dan terbebas dari ancaman diabetes sejak dini.(*/ADV/jan)















