LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Suasana ceria menyelimuti SDIT Nurul Amalia, RT 12, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Jumat 14 November 2025, saat Puskesmas Manggar menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Kegiatan rutin ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memastikan anak-anak terlindungi dari penyakit berbahaya sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, imunisasi diberikan kepada siswa kelas 1, 2, dan 5. Anak kelas 1 menerima vaksin DT (Difteri Tetanus), sementara siswa kelas 2 dan 5 mendapatkan vaksin Td (Tetanus Difteri).
“Program ini rutin kami lakukan setiap tahun, dan bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional 2025, semangatnya semakin tinggi. Imunisasi bukan sekadar suntikan, tapi investasi kesehatan anak jangka panjang,” ujar Harni Suprikatin, Pj Imunisasi Puskesmas Manggar.
Meski sebagian siswa berhalangan hadir karena sakit, pihak sekolah dan puskesmas menyiapkan jadwal imunisasi susulan agar semua anak tetap mendapatkan perlindungan.
Antusiasme guru dan orang tua menjadi faktor penting keberhasilan program ini. Harni menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan.
“Koordinasi yang baik memastikan setiap anak terlayani, dan orang tua semakin paham pentingnya imunisasi sebagai bentuk perlindungan nyata,” jelasnya.
Kegiatan ini tidak lepas dari tantangan, karena beberapa anak awalnya takut disuntik.
“Biasanya ada tiga sampai empat anak per kelas yang enggan divaksin. Kami terus memberikan edukasi kepada sekolah dan orang tua, sehingga akhirnya anak-anak bersedia mengikuti imunisasi susulan,” ungkap Harni.
Selain menjaga kesehatan anak saat ini, imunisasi juga memberi manfaat jangka panjang. Vaksin yang diterima sejak kelas 1 hingga kelas 5 SD akan melindungi anak, terutama perempuan, hingga dewasa.
“Dengan imunisasi lengkap sejak kecil, anak perempuan tidak perlu lagi vaksin tetanus saat hamil nanti. Perlindungan ini bisa bertahan hingga 25 tahun,” tambah Harni.
Puskesmas Manggar mengingatkan orang tua untuk tidak menunda imunisasi anak.
“Melindungi anak dari penyakit berbahaya adalah bentuk kasih sayang nyata. Imunisasi lengkap penting untuk kesehatan sekarang dan masa depan,” tegas Harni.
Edukasi dan sosialisasi terus dilakukan melalui sekolah, posyandu, dan media sosial untuk memastikan setiap anak mendapat perlindungan maksimal.
Dengan anak-anak yang sehat, kata Harni, Indonesia akan memiliki generasi kuat, produktif, dan siap menghadapi masa depan.
“Imunisasi bukan hanya soal jarum suntik, tapi soal menyiapkan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (*/ADV/jan)















