LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Kota Balikpapan berpeluang besar menjadi tuan rumah ajang internasional Borneo Maritime Week 2027, yang dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Januari 2027.
Event bergengsi ini akan mempertemukan pelaku industri pelabuhan, pelayaran, dan logistik dari kawasan Asia Pasifik hingga ASEAN dalam satu forum strategis. Kehadiran ratusan peserta lintas negara diyakini menjadi momentum penting untuk menarik investasi sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai hub maritim dan logistik di Indonesia Timur.
Ajang ini diselenggarakan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) bekerja sama dengan Transport Events.
General Manager Pelindo Regional 4 Balikpapan, Suhadi Hamid, mengatakan bahwa Borneo Maritime Week merupakan konferensi internasional yang mengangkat isu-isu strategis sektor maritim.
“Mulai dari pengembangan pelabuhan, digitalisasi logistik, supply chain global, hingga peluang investasi sektor maritim,” ujarnya usai menerima kunjungan perdana panitia di kantor Pelindo kawasan Pelabuhan Semayang.
Tak hanya konferensi, kegiatan ini juga akan diramaikan pameran teknologi, logistik, serta peralatan pelabuhan. Selain itu, forum business networking akan membuka peluang kerja sama lintas negara.
Diperkirakan lebih dari 300 peserta dari berbagai negara akan hadir, terdiri dari operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, investor, hingga regulator.
Menurut Suhadi, penyelenggaraan event ini akan semakin memperkuat posisi Pelindo sebagai operator pelabuhan strategis di kawasan Asia Tenggara. Dampaknya, peluang kolaborasi dengan pelaku industri global pun semakin terbuka.
“Ajang ini juga dapat menarik perhatian investor internasional terhadap potensi pengembangan pelabuhan dan kawasan logistik, khususnya di wilayah Pelindo Regional 4,” tambahnya.
Pemilihan Balikpapan sebagai tuan rumah dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Selain berada dekat jalur pelayaran internasional, kota ini juga didukung konektivitas transportasi yang memadai.
Balikpapan berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, hingga Samudera Hindia—jalur vital perdagangan internasional.
Dari sisi udara, mobilitas peserta didukung oleh Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang melayani penerbangan domestik dan internasional.
Tak hanya itu, Balikpapan juga dikenal sebagai gerbang logistik dan energi di Indonesia Timur dengan infrastruktur pelabuhan yang terus berkembang, serta fasilitas hotel dan hospitality yang memadai.
Sebagai tuan rumah, Pelindo juga akan menyiapkan program kunjungan lapangan ke fasilitas pelabuhan dan terminal peti kemas. Peserta nantinya dapat melihat langsung operasional serta potensi pengembangan logistik di Balikpapan.
Saat ini, seluruh persiapan masih terus dimatangkan, termasuk pendataan hotel untuk akomodasi peserta. Sementara itu, pelaksanaan Borneo Maritime Week 2026 di Malaysia pada Juni mendatang akan menjadi referensi untuk penyelenggaraan di Balikpapan.
Dengan potensi yang dimiliki, Borneo Maritime Week 2027 diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga katalis pertumbuhan investasi dan penguatan sektor maritim nasional.(*/san)















