LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan terus mendorong percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah kota. Proyek strategis ini dinilai sangat penting sebagai solusi jangka panjang untuk ketahanan energi rumah tangga, terutama dalam mengurangi ketergantungan terhadap LPG bersubsidi yang kerap mengalami fluktuasi harga dan kelangkaan.
Salah satu anggota Komisi II DPRD Balikpapan dari Fraksi PKS, Jafar Sidik, menyampaikan bahwa dari total kebutuhan sekitar 242 ribu sambungan rumah tangga (SR) di enam kecamatan, saat ini baru terealisasi sekitar 16 ribu SR.
“Realisasi jargas masih sangat jauh dari kebutuhan. Proyek baru menjangkau dua kecamatan, yaitu Balikpapan Utara dan Tengah. Itu pun belum merata ke semua RT,” jelas Jafar, Kamis (19/6/2025).
Sebagai contoh, di Balikpapan Utara, jargas hanya menjangkau sebagian wilayah Muara Rapak dan Batu Ampar, sehingga masih banyak warga yang belum mendapatkan manfaat dari program gas pipa ini.
Jafar mengungkapkan bahwa pihaknya, bersama Fraksi PKS DPRD Balikpapan, telah secara aktif menyuarakan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat. Pada kunjungan kerja ke DPR RI yang dilakukan tanggal 27 Mei 2025, mereka secara langsung menyampaikan permintaan agar proyek jargas dilanjutkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kami sudah titipkan aspirasi ke Fraksi PKS DPR RI agar ikut mengawal surat Wali Kota Balikpapan tertanggal 24 April 2025 yang telah dikirim ke Kementerian ESDM,” ujarnya.
Surat tersebut memuat permohonan resmi dari Pemerintah Kota Balikpapan agar proyek pembangunan jargas rumah tangga di Balikpapan bisa kembali dilanjutkan dan diperluas cakupannya. Menurut Jafar, hal ini merupakan langkah konkret pemerintah kota dan DPRD untuk mengamankan pasokan energi rumah tangga yang terjangkau dan ramah lingkungan.
Dengan realisasi yang masih sangat terbatas, Jafar menekankan pentingnya percepatan proyek ini agar seluruh wilayah kota bisa terlayani secara bertahap. Enam kecamatan di Balikpapan, yaitu Balikpapan Utara, Tengah, Selatan, Timur, Barat, dan Balikpapan Kota, diharapkan ke depannya dapat menikmati manfaat jaringan gas.
“Kami ingin seluruh kecamatan bisa terlayani. Jargas ini lebih stabil dan ekonomis dibanding LPG 3 kilogram yang harganya sering naik dan sulit ditemukan,” tambahnya.
Selain memberikan efisiensi biaya bagi rumah tangga, jargas juga dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Jafar menyebutkan bahwa pengembangan jargas sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju transisi energi bersih dan berkelanjutan.
Pihaknya berharap agar pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM dan BPH Migas, dapat menjadikan Balikpapan sebagai salah satu prioritas dalam perluasan program jargas nasional mengingat posisinya yang strategis sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN).
DPRD juga mendorong agar pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi lebih intensif dalam mengatasi hambatan administratif maupun teknis yang kerap muncul dalam pelaksanaan proyek infrastruktur energi. Dukungan anggaran dan sinkronisasi perencanaan lintas instansi disebut sangat krusial.
“Kami siap mendukung dari sisi pengawasan dan anggaran daerah bila memang dibutuhkan kolaborasi. Yang penting masyarakat mendapat manfaat langsung dari program ini,” pungkas Jafar.
Dengan komitmen yang kuat dari DPRD dan pemerintah daerah, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat, diharapkan program jargas di Kota Balikpapan dapat segera diperluas hingga menyentuh seluruh lapisan masyarakat.(*/ADV/DPRDBalikpapan/ko)















