LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Isu keselamatan pengguna jalan mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Auditorium Balai Kota, Kamis (2/4/2026).
Salah satu yang disorot adalah kondisi Jalan A.W. Syahrani di Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, yang dinilai membahayakan pengendara.
Anggota DPRD Kota Balikpapan dari daerah pemilihan Balikpapan Utara, Japar Sidik, menegaskan bahwa kerusakan jalan berupa lubang besar dan genangan air telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, khususnya di sekitar depan toko bangunan Mahakam.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan hal baru karena telah berulang kali dikeluhkan masyarakat, termasuk melalui media sosial. Namun hingga kini, perbaikan yang dilakukan dinilai belum menyentuh solusi permanen.
“Keluhan ini sudah sering muncul, bahkan viral di media sosial, tetapi penanganannya masih belum maksimal,” ujarnya.
Japar menilai, jika penanganan hanya mengandalkan proses penganggaran hingga tahun 2027 atau APBD perubahan, maka potensi kecelakaan akan terus meningkat. Ia pun meminta adanya langkah cepat dengan metode perbaikan yang lebih kuat sebagai solusi sementara.
“Jangan hanya tambal sulam, karena itu tidak bertahan lama. Harus ada penanganan yang lebih permanen meskipun sifatnya sementara,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, memastikan pemerintah kota telah mengambil langkah awal dengan melakukan penanganan sementara melalui dinas teknis.
Ia menyebut, perbaikan jalan tersebut juga telah masuk dalam agenda pekerjaan pemerintah, baik untuk tahun berjalan maupun dalam skema anggaran perubahan.
“Sudah kami tindak lanjuti dan saat ini sedang dalam penanganan sementara. Ke depan akan dikerjakan lebih lanjut sesuai perencanaan anggaran,” jelasnya.
Rahmad turut menyoroti faktor lain yang memperumit penanganan, yakni aktivitas pedagang yang memanfaatkan area di atas saluran drainase di sekitar lokasi. Kondisi tersebut dinilai menghambat optimalisasi perbaikan jalan.
Untuk itu, ia mengajak DPRD dan masyarakat ikut mendukung upaya penertiban demi kelancaran penanganan infrastruktur.
“Kami akan lakukan penertiban bersama. Perlu dukungan semua pihak agar perbaikan bisa berjalan maksimal tanpa menimbulkan persoalan baru,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD BALIKPAPAN)















