LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menyoroti tren peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dinilai memerlukan penanganan lebih serius dan terintegrasi. Sepanjang 2025, jumlah kasus tercatat mencapai 222, meningkat dibandingkan 2024 yang sebanyak 220 kasus.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sofyan Jufri, menilai kenaikan tersebut menjadi peringatan bahwa sistem perlindungan yang ada belum berjalan optimal. Ia menegaskan perlunya langkah konkret yang melibatkan berbagai pihak.
“Ini bukan sekadar peningkatan angka, tetapi menunjukkan perlindungan terhadap perempuan dan anak masih perlu diperkuat,” ujarnya, Selasa (7/4/2026)
Menurut Sofyan, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga, melalui edukasi pola asuh yang sehat serta pemahaman mengenai dampak kekerasan. Ia menyebut kurangnya pengetahuan dan tekanan sosial-ekonomi kerap menjadi pemicu terjadinya kekerasan.
“Edukasi dan pendampingan penting agar masyarakat memahami bagaimana mencegah kekerasan sejak dini,” katanya.
Ia juga mendorong peran aktif lingkungan, mulai dari RT, tokoh masyarakat hingga lembaga pendidikan, dalam mendeteksi potensi kekerasan. Dengan kepekaan tersebut, kasus dapat dicegah sebelum berkembang lebih jauh.
“Lingkungan harus peka. Jika ada tanda-tanda, segera ditindaklanjuti agar tidak berlanjut,” tegasnya.
Di sisi lain, Sofyan meminta pemerintah kota meningkatkan kualitas layanan bagi korban, mulai dari akses pengaduan hingga proses pemulihan. Ia menekankan pentingnya layanan yang cepat, mudah diakses, serta memberikan rasa aman bagi korban.
“Korban harus merasa terlindungi, bukan justru takut melapor,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang menangani kasus kekerasan, termasuk pendamping, konselor, dan aparat penegak hukum. Penanganan yang tidak tepat, menurutnya, berisiko memperburuk kondisi psikologis korban, khususnya anak.
“Pendampingan harus profesional dan berorientasi pada kepentingan korban,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD BALIKPAPAN)















