LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Rapat Paripurna ke-8 Masa Sidang II Tahun 2024/2025 yang digelar Senin (14/4/2025) di Ballroom Hotel Gran Senyiur Balikpapan kembali menjadi panggung kritik bagi kinerja perangkat daerah.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyoroti rendahnya kehadiran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam agenda penting tersebut.
Dari pantauan rapat, hanya segelintir kepala OPD yang terlihat hadir secara langsung. Padahal, sidang kali ini membahas sejumlah agenda krusial, termasuk pengesahan Raperda Kota Layak Anak dan Raperda tentang Kedaruratan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2024.
Alwi mengaku prihatin dengan sikap aparatur yang dinilainya kurang menghargai proses legislasi. “Biasanya hanya satu sampai tiga kepala OPD yang datang. Ini sangat disayangkan. Rapat paripurna adalah forum tertinggi dalam lembaga legislatif yang seharusnya direspons serius oleh perangkat daerah,” tegas Alwi usai rapat.
Ia juga mendesak agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota menaruh perhatian terhadap kedisiplinan anak buahnya. “Kehadiran OPD seharusnya bisa mencapai 100 persen, apalagi jika agendanya berkaitan dengan pengambilan keputusan bersama antara eksekutif dan legislatif,” ujarnya.
Meski memberikan catatan tegas, Alwi tetap mengapresiasi peningkatan kedisiplinan dalam hal ketepatan waktu. Ia menyebut agenda paripurna kini mulai berlangsung lebih tertib, meski masih ditemukan beberapa anggota dewan yang datang terlambat.
“Tapi tetap, kedisiplinan ini harus kita dorong terus, baik dari sisi dewan maupun dari jajaran eksekutif,” tambahnya.
Tak hanya bicara soal kehadiran, Alwi juga menekankan pentingnya pembahasan Raperda tentang penanggulangan kedaruratan bahan B3. Menurutnya, regulasi tersebut sangat mendesak untuk disahkan mengingat tingginya aktivitas industri dan risiko bahan berbahaya di Balikpapan.
“B3 dan limbahnya itu persoalan serius. Raperda ini akan kami kawal terus di Bapemperda agar pembahasannya matang dan aplikatif,” jelasnya.
Sebagai penutup, Alwi memberi apresiasi atas soliditas para anggota dewan dalam rapat kali ini. Dari total 45 anggota DPRD, sebanyak 38 orang hadir dalam sidang.
“Terima kasih untuk komitmen luar biasa rekan-rekan dewan. Ini menunjukkan bahwa DPRD Balikpapan tetap solid dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi,” tutupnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/wan)















