LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Program pemeriksaan pranikah di Puskesmas kembali menunjukkan peningkatan kunjungan sepanjang tahun 2025.
Bidan Yusinta Annisa Wati, S.Tr.Keb., yang menangani layanan tersebut, menyebutkan bahwa jumlah pasangan yang memeriksakan diri mencapai sekitar 50 pasangan, naik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dulu pemeriksaan pranikah hanya dibuka seminggu sekali atau dua kali, tapi sekarang jadwalnya lebih banyak. Sejak pindah gedung puskesmas, pemeriksaan dibuka hampir setiap hari,” jelas Yusinta, Rabu (26/11/2025).
Saat ini, pelayanan dilakukan setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu, sementara Selasa dan Kamis belum tersedia karena keterbatasan tenaga kesehatan.
Menurut Yusinta, pemeriksaan pranikah dilakukan menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatan calon pasangan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
“Yang pasti dicek itu tinggi badan, berat badan, tensi, lingkar lengan untuk perempuan, status gizi, dan pemeriksaan laboratorium,” ungkapnya.
Pemeriksaan laboratorium meliputi hemoglobin (HB), gula darah, tes HIV, dan sifilis.
Bagi perempuan, puskesmas juga melakukan pemeriksaan khusus untuk menilai kesiapan kehamilan, termasuk pemeriksaan kesehatan gigi.
“Karena saat hamil, masalah gigi bisa bertambah berat dan bahkan berpengaruh ke janin,” tambahnya.
Yusinta menegaskan bahwa kesehatan gigi menjadi bagian penting dari pemeriksaan pranikah. Infeksi gigi yang dibiarkan dapat berdampak serius pada kehamilan.
“Kalau gigi berlubang dan dibiarkan, bakterinya bisa masuk lewat saraf menuju plasenta. Itu bisa memengaruhi janin dan berisiko menyebabkan keguguran,” terangnya.
Sepanjang 2025, sekitar 50 pasangan tercatat memiliki berbagai masalah kesehatan yang ditemukan saat pemeriksaan pranikah. Temuan terbanyak meliputi anemia, status gizi kurang, keluhan gigi dan mulut, serta beberapa kasus positif sifilis dan gula darah tidak terkontrol.
Yusinta berharap semakin banyak pasangan yang melakukan pemeriksaan pranikah sebelum menikah.
“Tujuannya supaya mereka siap secara fisik dan bisa meminimalkan risiko saat hamil maupun nanti setelah berkeluarga,” ujarnya.(*/ADV/puskesmas Gunung Bahagia)















