LINTASRAYA.COM, PENAJAM – Meskipun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) telah cukup lama diterapkan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), persoalan fasilitas pendidikan, terutama terkait laboratorium komputer, masih menjadi tantangan utama.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkeru, mengakui bahwa hingga kini banyak sekolah di wilayah PPU yang belum memiliki ruang atau laboratorium komputer yang memadai untuk mendukung pelaksanaan UNBK.
“Memang masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium komputer yang layak, tetapi kami tidak tinggal diam. Secara bertahap, kami berupaya melengkapi fasilitas yang diperlukan di sekolah-sekolah,” ungkap Andi saat ditemui di Kantor Disdikpora PPU pada Senin (09/9/2024).
Andi menekankan bahwa saat ini pihaknya lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa komputer atau laptop, mengingat seringnya keluhan yang diterima terkait penggunaan perangkat yang kurang ideal, seperti telepon genggam, saat pelaksanaan simulasi dan UNBK.
“Masih ada siswa yang melakukan simulasi atau UNBK menggunakan ponsel. Ini menjadi masalah besar bagi kami, dan karena itu, kami fokus untuk memenuhi kebutuhan perangkat seperti komputer atau laptop terlebih dahulu, sembari membangun infrastruktur yang lebih baik,” jelasnya.
Andi juga menyoroti bahwa di beberapa sekolah dasar (SD), simulasi UNBK sudah mulai diterapkan sejak siswa duduk di kelas 4, sementara di tingkat SMP dimulai dari kelas 1. Dengan demikian, penting bagi sekolah untuk memiliki perangkat teknologi yang memadai agar siswa bisa beradaptasi dengan ujian berbasis komputer sejak dini.
Selain fasilitas bagi siswa, Andi menyatakan bahwa ke depan, pihaknya juga akan memperhatikan kebutuhan guru, dengan berencana mengajukan pengadaan perlengkapan untuk menunjang kinerja mereka. “Kami juga tidak lupa untuk memberikan dukungan kepada para guru. Nantinya, kami akan mengupayakan agar setiap guru minimal memiliki laptop atau iPad, sehingga proses transfer ilmu ke siswa bisa lebih terarah dan efektif karena guru sudah menguasai teknologi dengan baik,” imbuhnya.
Dengan adanya rencana ini, diharapkan fasilitas pendidikan di PPU akan semakin lengkap, baik bagi siswa maupun guru, sehingga proses belajar-mengajar dapat berjalan lebih maksimal dan optimal. “Kami berharap dengan kelengkapan fasilitas ini, mutu pendidikan di PPU bisa terus meningkat,” tutup Andi.(*/ADV/DiskominfoPPU/wan)















