BALIKPAPAN, lintasraya.com – Peringatan Hari Kartini yang selalu diperingati setiap 21 April merupakan ‘lonceng’ bagi kaum wanita di Indonesia, untuk mengingat semangatnya sosok RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita Indonesia.
Mengambil momen ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan dari Partai Demokrat Mieke Henny memotivasi kaum perempuan untuk meraih dan berpartisipasi dalam kemajuan bangsa, kesejahteraan rakyat melalui kursi Parlemen.
Mieke mengatakan, Ketika berbicara aturan Peluang atau kesempatan keterwakilan perempuan telah diatur dalam Undang-undang. Bahwa 35 persen persyaratan calon legislatif harus diisi kaum hawa di masing-masing partai dan Daerah pemilihan. Sehingga ruang dan kesempatan sangat terbuka lebar.
“Namun itu semua kembali pada diri pribadi perempuan tersebut. Mau memanfaatkan kesempatan ini atau hanya duduk diam,” kata wanita yang akan berusia 60 tahun ini.
Ketika bicara kendala untuk sampai menuju kursi parlemen, Sekretaris DPC Demokrat Balikpapan ini menjelaskan, Memang sangat besar. Faktanya, banyak keterbatasan dan hambatan kaum perempuan untuk meraih kursi lima tahunan tersebut.
Contohnya, diketahui karakter dan habbit kaum perempuan ini unik. Terkadang masih kental rasa tidak ikhlasnya untuk membantu dan memperjuangkan kaum perempuan untuk menjadi wakil rakyat atau pimpinan, kenapa demikian ? Karena perempuan sangat kuat sifat irinya. Sehingga banyak hak suaranya justru di berikan kepada kaum adam(laki-laki).
Selanjutnya, tentang percaya diri. terkadang kaum perempuan tidak memiliki jiwa optimistis. Seperti peribahasa mengatakan ‘Belum Berperang sudah langsung mundur’. Masih ada rasa malu, ketakutan dan keragu-raguan yang bersifat subjektif.
Sementara lanjut Mieke, Dunia politik harus memiliki jiwa dan metal baja layaknya petarung. Karena jiwa itu yang dimiliki RA Kartini.
“Kalau kata anak jaman sekarang, enggak boleh baper. Buang kebiasaan itu,” tambah legislatif aktif dua periode ini, Kamis (21/4/2022).
Ketiga, adalah dampak dari status. Yaitu tugas dan peran utama kaum perempuan dalam keluarga adalah sebagai istri dan ibu. Kendalanya adalah pasangan atau putra putri nya yang tidak mengijinkan untuk berpolitik. Dengan seribu macam pertimbangan. Yang berpengaruh dengan keharmonisan keluarga.
“Ini bagian kecil ketidak maksimalannya perwakilan kaum perempuan di dunia politik dan kursi parlemen,” imbuh wanita kelahiran 28 Juni 1963 tersebut.
Mieke berpesan, sebagai sesama kaum perempuan, ayo persiapkan diri mulai dari sekarang untuk berkompetisi di tahun 2024. Bangun kepercayaan, popularitas dari sekarang dan jangan lupa finansial sebagai faktor pendukung. Mengingat biaya politik juga tidak murah.
“Tidak ada yang mustahil, tidak ada kata terlambat. Jika sudah rejeki dan jalan dari Allah SWT, yakin dan percaya saja pasti bisa,” ajaknya
Di momen hari ibu kita Kartini ini, dirinya merasa bangga dan bersyukur, karena mendapat kesempatan merasakan hasil perjuangan ibu RA Kartini. Yakni emansipasi wanita atau kesetaraan hak wanita Indonesia. Dengan dipercaya menjabat dua periode sebagai anggota DPRD Balikpapan, dipercaya memimpin di beberapa organisasi mulai Organisasi olahraga, kemasyarakatan, paguyuban serta politik.
“Ayo kaum perempuan di balikpapan, raih kesempatan duduk di parlemen dengan konsep siap kerja KERAS, kerja CERDA dan kerja IKHLAS,” tutup sekretaris DPC Demokrat Balikpapan ini.(*/wan)















