BALIKPAPAN, lintasraya.com – Rombongan pengusaha Negeri Jiran (Malaysia) menggelar temu bisnis dengan pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan. Tak terkecuali ketua Kadin Provinsi Kaltim, Dayang Donna Faroek. Bersama anggotanya.
Temu bisnis digelar di Grand Jatra Hotel, Minggu (4/9/2022) malam. Rombongan pengusaha Jiran ini dipimpin langsung Immediate Past President, Masters Builders Association Malaysia (MBAM), Tan Sri Sufri Bin Hj Mhd Zin.
Dalam kesempatan itu, Tan Sri Sufri menyampaikan ketertarikan dan keseriusannya berinvestasi di Kaltim. Termasuk di Balikpapan dalam rangka menangkap peluang pengembangan Ibu Kota Negara (IKN). Keseriusannya itu ditandai dengan hadirnya para pelaku usaha pilihan berbagai sektor yang dianggap dapat mendukung pembangunan dan kebutuhan di IKN.

Dalam momen ini, Ketua Kadin Balikpapan H Yaser Arafat Syahril mengatakan, ada beberapa peluang bisnis yang dspat dikembangkan dalam bentuk kerja sama.
“Dengan pemindahan IKN ke Kaltim diikuti dengan pemindahan pegawai pemerintah maka bertambah pula kebutuhan ekonomi termasuk kebutuhan mendasar. Seperti hunian maka sektor yang paling menjanjikan yakni properti,” kata Yaser, karib ia disapa.
Yaser memandang, standar hunian kemungkinan berbeda dengan adanya IKN di Kaltim. Sehingga menjadi peluang bagi pengembang internasional untuk ekspansi. Pun begitu dengan perusahaan pembiayaannya.
Rumah sakit standar internasional menjadi kebutuhan berikutnya. “Malaysia seperti diketahui menjadi tujuan sebagian masyarakat termasuk untuk perawatan medis. Seperti ke Penang. Nah, para pengusaha Malaysia yang hadir malam ini, ingin melihat peluang itu. Bisa enggak bangun rumah sakit standar internasional di Balikpapan,” jelas Yaser kemudian.
Dengan begitu, masyarakat Kalimantan kelak tidak perlu jauh-jauh ke Malaysia untuk mendapatkan layanan medis bertaraf internasional melainkan cukup ke Balikpapan. Jika terwujud, Balikpapan paling diuntungkan karena menjadi kota tujuan dan dapat dipastikan memberi kontribusi positif terhadap pendapatan daerah.
Sektor lain yakni pendidikan. Kata Yaser, pemindahan pegawai pemerintah pusat sudah barang tentu diikuti anggota keluarga yang di antaranya akan melanjutkan pendidikan di wilayah IKN. Salah satunya kota penyangga IKN yakni Balikpapan.

Secara keseluruhan, imbuh Yaser, dalam pertemuan tersebut pelaku usaha Malaysia menyatakan kesiapan dan kemampuannya serta siap berkontribusi terhadap pembangunan IKN di Kaltim. Karenanya pengusaha yang hadir pun diketahui memiliki nama besar dalam bidang usahanya masing-masing di Malaysia. Di antaranya hadir para ketua asosiasi usaha di Malaysia yang siap menangkap peluang.
Kadin Balikpapan, sambung Yaser Arafat Syahril memastikan siap menjembatani pengusaha Malaysia dengan pengusaha lokal untuk meraih keuntungan bagi kedua belah pihak. “Karena pengusaha asing harus berpartner dengan pengusaha lokal. Dan Kadin sebagai induk organisasi para pelaku usaha dan sudah mendapat kepercayaan oleh dunia internasional termasuk Undang-Undang maka kami menghadirkan pengusaha lokal yang berkompeten dan laik menjadi mitra dan bisa bekerja sama,” pukaunya.
Lebih dari itu, kerja sama tersebut, masih menurut Yaser, tidak saja menguntungkan pelaku usaha kedua negara tapi memberi pengaruh positif yang mutlak terhadap daya saing, memacu pertumbuhan perekonomian daerah disertai dengan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), menyedot tenaga kerja hingga daya beli yang terus terjaga.
Namun sebelum itu, penting baginya untuk mempersiapkan berbagai hal menyambut baik ketertarikan pengusaha Malaysia berinvestasi di Kaltim. Seperti kepastian perijinan dan regulasi, penyederhanaan birokrasi dan kepastian biaya dan waktu untuk berusaha. Tidak terkecuali kepastian hukum dalam berinvestasi.
Sehingga fokus bisnisnya tidak tergganggu kepentingan lain. Itu juga yang akan dijembatani Kadin Balikpapan. “Di tengah-tengah kesempitan sekarang ini dan dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Pemerintah RI sudah mengumumkan membuka peluang bagi investor asing. Uang langsung masuk dari luar negeri ke daerah, motto kerja kerja dan penyederhanaan birokrasi. Dengan pemindahan IKN ke Kaltim, pemerintah pusat sering kunjungan kemari sehingga menambah kepercayaan investor bagi Kaltim khususnya kota Balikpapan.
Secara akurasi Yaser menyebut, Malaysia bukan satu-satunya negara yang berebut peluang bisnis dari pengembangan IKN di Kaltim dan getol mengincar peluang dengan menggandeng Kadin Balikpapan. Ada Korea Selatan, China, termasuk Singapura.
”Nah, Malaysia sebagai negara terdekat Indonesia. Juga tidak mau kalah start dalam peluang ini,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dayang Donna Faroek menjelaskan, peluang bisnis justru terbentang lebar di kota yang jadi penyangga IKN. Seperti Balikpapan dan Samarinda.
Namun dia mengingatkan, ketertarikan investor asing wajib menggandeng pengusaha lokal.
“Siapa pun itu wajib menggandeng pengusaha lokal. Karena tidak mungkin pengusaha menjalankan usahanya sendiri. Tapi pengusaha yang dimaksud benar lokal bukan melokalkan diri. Harapan ini yang sedang diperjuangkan Kadin Indonesia dengan pemerintah pusat,” ulasnya.
Di sisi lain, Donna mengingatkan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan daya saing dan kompetensi guna memenangkan peluang ini. (*/wan)















