LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Gunung Bahagia berhasil meraih juara 3 dalam lomba Cipta Menu MP-ASI pada rangkaian Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar di Grand City Balikpapan, Minggu (23/11/2025).
Capaian ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi aktif puskesmas dalam memeriahkan kegiatan tahunan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.
Kasubag TU Puskesmas Gunung Bahagia, Tedjowati, S.Kep., M.Kes, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan HKN ke-61 tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Puskesmas Gunung Bahagia turut serta dalam berbagai lomba, termasuk line dance, cipta menu sehat MP-ASI, serta berpartisipasi dalam tim paduan suara.
“Kami mendukung penuh rangkaian HKN ke-61. Selain ikut lomba line dance dan cipta menu sehat MP-ASI, anggota tim kami juga menjadi bagian dari paduan suara yang tampil di acara puncak,” ujar Tedjowati, Minggu (23/11/2025).

Ia menambahkan, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan Kepala Puskesmas Gunung Bahagia, H. Sulaiman, yang terus mendorong tim untuk aktif berinovasi dan berpartisipasi dalam kegiatan kesehatan kota.
Dalam lomba cipta menu MP-ASI, tim Puskesmas Gunung Bahagia mengangkat karya berjudul “Rolade Ayam Bahagia.” Menu ini disusun sesuai kriteria lomba, yakni bergizi seimbang, kreatif, dan sesuai kebutuhan anak usia 12–24 bulan.
“Kami menyesuaikan dengan tema dan kebutuhan gizi balita. Bahan utamanya ayam, telur, wortel, bawang merah, bawang putih, tepung tapioka, daun kelor, dan bumbu sederhana. Yang penting, gizi seimbang tetap terpenuhi,” jelas Tedjowati.
Dengan batas anggaran maksimal Rp 50.000, tim ditantang untuk menciptakan menu sehat yang ekonomis namun tetap bermanfaat. Daun kelor dipilih sebagai bahan utama karena kaya nutrisi dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Tak hanya menu makanan, tim juga menyiapkan minuman pendamping yakni wedang telang jahe serai, yang seluruh bahannya berasal dari Taman TOGA Puskesmas Gunung Bahagia di RT 18 Sepoka.
“Kami memanfaatkan kearifan lokal. Bunga telang, jahe, dan serai semuanya dipetik dari taman toga kami. Minuman ini baik untuk pencernaan anak, terutama membantu mengatasi sembelit,” tuturnya.
Cara penyajiannya pun sederhana: bunga telang direbus bersama jahe dan serai hingga menghasilkan minuman hangat bernutrisi.
Tedjowati menegaskan bahwa seluruh bahan yang digunakan bersifat ekonomis dan mudah diperoleh masyarakat.
“Dengan anggaran minim, manfaat gizinya tetap maksimal. Semua bahan ini bisa dibudidayakan sendiri di rumah. Kami ingin masyarakat mencontoh dan menerapkan ini di keluarga masing-masing,” ujarnya.
Melalui lomba ini, Puskesmas Gunung Bahagia berharap masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan bahan lokal demi memenuhi gizi balita serta mendukung pertumbuhan anak yang sehat dan berkualitas.(*/ADV/puskesmas Gunung Bahagia/san)















