KUKAR, lintasraya.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam aktivitasnya selalu berupaya untuk memajukan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi masyarakat sekitar area kerjanya.
Berbagai program pengembangan masyarakat pun dilakukan sehingga dapat mendorong peningkatan multiplier effects (efek berganda) industri hulu migas pada perekonomian daerah dan juga tentunya nasional, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satunya yang dilakukan KKKS dari ENI Muara Bakau dengan melakukan pembinaan terhadap masyarakat sekitar lapangan Jangkrik, yang dikelola perusahaan Italia tersebut. Kini menghasilkan “Joglo Tani Kolong Langit”. yang terletak di RT 12 Handil Baru Samboja.
Lewat Joglo Tani Kolong Langit inilah para masyarakat sekitar sukses mengembalikan masa emas sektor pertanian sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat sekitar untuk bertani. Betapa tidak, lewat Joglo Tani Kolong Langit seluruh kebutuhan pangan warga terpenuhi. Khususnya, disektor pertanian dan peternakan. Yang meliputi komoditas ini, mulai dari jenis sayur mayur Seperti tomat, cabai rawit, buncis, kacang panjang, petai dan lainnya, buah-buahan hingga peternakan dan perikanan.
Hal ini didapat saat wartawan lintasraya.com berkesempatan berkunjung ke kawasan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan binaan ENI Muara Bakau, Kamis (28/7/2022).

Diketahui, melalui Joglo Tani Kolong Langit inilah Perlahan, kelompok tani itu sukses mengembalikan kejayaan sektor pangan di wilayah Kutai Kertanegara, yang selama ini tumbuh dan berkembang melalui sektor industri ekstraktifnya.
Tidak hanya masyarakat sekitar yang kini merasakan manfaat sebesar-besarnya dari pengelolaan tanahnya sendiri, namun kini sudah berdaya ekonomi.
Para petani di sana sudah mampu menghasilkan cuan melalui usahanya bercocok tanam di kawasan seluas sekitar 40 hektare itu.
“Apa yang telah dilakukan ENI Muara Bakau untuk masyarakat sekitar Sangat bermanfaat dan bertahan secara sustainable atau kontinu, dari satu generasi ke generasi selanjutnya,” kata ketua Joglo Tani Kolomg Langit, Muhtadin.
Muhtadin menyebut para petani bersikukuh akan mengembalikan kejayaan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan sebagai sektor unggulan di Kutai Kertanegara.
Mimpinya itu datang dari kegelisahan akan masa depan daerahnya. Di mana Kutai Kertanegara selama ini lebih dikenal sebagai lokasi ideal sektor ekstraktif pertambangan batu bara.
Bahkan cara berfikir masyarakat juga ikut bergeser. Profesi petani perlahan ditinggalkan dan diganti dengan mimpi-mimpi generasi masa kini yang mendambakan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar.

Hal tersebut, menurutnya sangat disayangkan. Lantaran potensi yang dimiliki daerah Kutai Kertanegara sebagai basis ketahanan pangan di Kalimantan Timur, merupakan hal yang seharusnya patut dibanggakan.
Saat ini perkembangan Joglo Tani Kolong Langit sangat banyak, namun Muhtadin dan para petani lainnya juga sempat merasakan bagaimana susahnya merubah mindset atau cara berfikir masyarakat. Dari yang sebelumnya pesimis untuk bertani, kini betul-betul bisa hidup dan menghidupi dari pekerjaan bercocok tanam.
Beranjak dari keresahan itu, ia bersama rekan-rekannya mengajukan kepada ENI Muara Bakau untuk bersinergi. Bak gayung bersambut, ENI langsung mengiyakan ajakan itu. Dan dimulailah program kerja sama itu sejak 2014 silam.
Muhtadin dan petani lainnya diajak untuk mengembangkan kawasan disekitar wilayah Lapangan Jangkrik yang dikelola ENI Muara Bakau.
“Dulu kami tidak minta apa-apa. Kami hanya butuh diberi pancing dan kailnya. Selebihnya biar kami yang berusaha,” terangnya.
Dari situ, ENI Muara Bakau memfasilitasi proses transfer ilmu kepada masyarakat sekitar. Tentang bagaimana mengelola pertanian, perkebunan dan sebagainya dengan memanfaatkan lahan yang ada.
“Banyak pelatihan yang sudah kami ikuti. Semua berkat kontribusi ENI Muara Bakau. Bahkan pernah mendatangkan Bapak Teo Suprapto dari Jawa. Beliau pakar terkenal di pertanian. Kami diajari mengenal tanah. Apa saja yang cocok ditanam di sini,” ungkapnya.
Bertemu dengan Teo Suprapto yang dikenal sebagai bapaknya petani, yang namanya harum sampai mancanegara itu, diakui Muhtadin sangat berperan besar terhadap perkembangan Joglo Tani Kolong Langit.
Dari situ, kelompok petani yang aktif sebanyak 30 orang itu, mulai melakukan pembibitan, menanam, bahkan mengatur sistem irigasi sedemikian rupa. Bahkan ada beberapa remaja yang ikut bertani di Joglo Tani Kolong Langit ini.
Kunci kesuksesan Joglo Tani Kolong Langit dalam mempertahankan semangat para petaninya, kata dia, yakni terletak pada faktor penjadwalan panen yang sudah dipelajari secara komprehensif.
Setiap tanaman dikategorikan dan dirawat secara terpisah oleh masing-masing petani yang memang memiliki pengetahuan di bidangnya. Misalnya ada yang mengatur jadwal panen tanaman holtikultura, palawija, tanaman buah lokal dan lainnya.
“Jadi kami ada jadwal panen untuk harian, perminggu, per dua minggu, bulanan, bahkan tahunan,” ucap Muhtadin.

Dengan demikian, para petani tidak pusing lagi soal dapurnya masing-masing. Karena Joglo Tani Kolong Langit yang awalnya hanya bersifat sebagai sentral ilmu pertanian, atau sekadar tempat bertukar pikiran antara petani, kini bisa menghasilkan produknya sendiri.
Selain dari hasil bercocok tanam, Joglo Tani Kolong Langit juga mengembangkan inovasi peternakan ayam petelur anti stres. Yakni dengan membebaskan ayam-ayamnya di suatu lahan dan tidak terlalu bergantung dengan pakan industri.
Alhasil, telur yang dihasilkan juga disebutnya lebih berkualitas. Sekarang sudah ada lebih dari 100 ayam yang setiap hari bertelur, dalam kurun waktu 3 tahun belakangan.
Telurnya kini memenuhi pasokan masyarakat sekitar dan ada juga katering yang sudah berlangganan.
“Bahkan telurnya belum keluar dari pantat ayam sudah ada yang pesan,” candanya.
Selain itu, kelompok tani juga mengembangkan kolam-kolam ikan air tawar.
Dengan ekosistem yang sudah terbentuk sedemikian rupa, memudahkan petani untuk memenuhi kebutuhan pupuknya.
“Alhamdulillah, kalau soal pemasaran produk kami, bukannya kami sombong. Tapi kalau sudah panen, dalam hitungan menit sudah habis (terjual). Makanya di sini dikenal profesi petani gaji menteri,” ungkapnya sembari tertawa.

Bahkan, saat ini Joglo Tani Kolong Langit sudah bisa memproduksi pupuk kompos sendiri. Baik pupuk cair maupun pupuk padat. Semua tidak terlepas dari support ENI Muara Bakau. Yang telah memberikan fasilitas peralatan dan bangunan rumah pupuk di Joglo Tani Kolomg Langit.
“Alhamdulilah, kami tidak perlu lagi bergantung dengan pabrik. Kami sudah bisa buat pupuk sendiri disini. Kualitasnya pun tidak kalah dengan pupuk buatan pabrik. Kami memanfaatkan Bahan-bahan yang berasal dari lingkungan disini. Seperti, kotoran sapi, telur ayam, daur ulang daun kering, air dari kolam ikan dan masih banyak lainnya,” ungkapnya.
Saat ini hasil produk pertanian, perkebunan peternakan dan perikanan dari Joglo Tani Kolong Langit, sudah mampu memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri. Bahkan hingga ke daerah tetangganya. Seperti kecamatan Anggana. Dengan konsep memotong rantai suplai. Jadi dari petani langsung ke konsumen. Tanpa tengkulak, tanpa pasar.
Namun demikian, Muhtadin juga menyebut bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa ke depan, produk yang dihasilkan Joglo Tani Kolong Langit, bakal bisa memenuhi seluruh kebutuhan Kaltim suatu saat nanti.
“Awalnya komoditas kami terbatas, kemudian Bergeser ke pertanian terpadu dan kini sudah pada tahap berupaya mendalami dari hulu ke hilir pertanian,” pungkasnya.
Selain mengunjungi Joglo Tani Kolong Langit, rombongan SKK Migas Kalsul dan ENI Muara Bakau juga mengunjungi mitra binaan lainnya yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 020 Handil Baru dan kelompok tani terpadu berkat Al Arsyadi Handil Baru.
Di sana ENI Muara Bakau membantu pihak sekolah membangun Kantor guru dan perbaikan bangunan sekolah dua lantai tersebut. Tak hanya itu, pelatihan untuk para guru dibidang IT. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anak dan pengembangan tenaga pengajar dalam menghadapi era dunia digitalisasi 4.0 sekarang.
Sementara itu, pada kelompok tani terpadu berkat Al arsyadi di handil baru kecamatan Samboja, ENI Muara Bakau membatu pengembangan budidaya ikan air tawar jenis nila dan patin. Dalam bentuk kolam berbahan sirap sepanjang 40 meter. Tak hanya itu, pakan dan bibit pun diberikan.
Uniknya, lokasi budidaya ikan air tawar tersebut merupakan parit jalan yang dulunya menjadi tempat pembuangan sampah masyarakat jika melintas. Berkat Bantuan ENI Muara Bakau kini parit tersebut beralih fungsi menjadi lokasi budidaya ikan nila dan patin. Yang mampu menghasilkan panen 500 kilogram lebih ikan dalam waktu 3 bulan.(*/wan)















