BALIKPAPAN, lintasraya.com – Buntut pemecatan dirinya dari DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Balikpapan secara sepihak, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Sandy Ardian melayangkan gugatan ke pengadilan negeri Balikpapan.
Diketahui, sidang pertamanya yang berlangsung pada Rabu (31/8/2022) harus ditunda, akibat pihak tergugat dari PKS tidak hadir dalam persidangan yang dijadwalkan pada pukul 10.00 Wita tersebut.
“Gugatan sudah masuk ke pengadilan. Kemarin pagi pukul 10.00 Wita sidang pertama saya. Diwakilkan oleh lawyer. Tapi infonya pihak PKS tidak hadir. Jadi sidang ditunda,” kata Sandy saat ditemui awak media di ruang komisi IV DPRD Balikpapan.
Sandy menyebut, Pada prinsipnya jika dia tidak menemukan keadilan disitu (PKS) dirinya akan mencari keadilan ditempat lain. Perlu diketahui, Dirinya bergabung di PKS sejak 2003, artinya selama 19 tahun bukan waktu yang sedikit untuk membesarkan PKS di Balikpapan khususnya Dapil Balikpapan Tengah.
“Alhamdulilah, saya dua periode bisa mempertahankan satu kursi di Dapil Balikpapan tengah. Bahkan terus meningkat,” keluhnya.
Awalnya, Sandy pun tak mengetahui jika dirinya masuk dalam daftar pemecatan partai. Namun pertengahan Agustus lalu dirinya mengetahui pemecatan lewat surat yang dikirim ke rumahnya.
“Saat itu saya lagi tidak dirumah, surat itu di fotokan orang rumah dan dikirim ke saya,” ungkapnya, Kamis (1/9/2022) sore.
Ia menjelaskan, pemecatan dirinya dari Partai PKS Balikpapan dengan dalih melanggar AD/ART partai. Namun jika disinkronisasikan dengan kinerjanya di parlemen sebagai wakil rakyat dan di masyarakat tidak ada hubungannya.
“Saya enggak paham dengan internal partai PKS ini seperti apa. Kalau saya jarang hadir saat rapat di DPRD wajar saja saya dipecat. Atau saya tidak memperjuangkan aspirasi rakyat itu mungkin saja,” imbuhnya.
Pada intinya dirinya akan menjalani proses ini. Apalagi ini sudah masuk dalam ranah pengadilan. Namun tak sedikit yang mempertanyakan masalah yang terjadi para dirinya dengan PKS tersebut, khususnya keluarga besar, kerabat, konstituen dan teman dekat. Terkait isu pemecatan dirinya dari PKS.
Dirinya menduga, kemungkinan besar ini merupakan kelanjutan episode sebelumnya yang dialami rekannya yang lebih dulu mengalami pemecatan secara sepihak dari internal PKS.
“Padahal, saya merasa sudah bekerja dengan baik, semaksimal mungkin dan sesuai aturan. Bahkan saya pernah menjabat sebagai sekretaris komisi IV dan Badan Kehormatan (BK) di DPRD Balikpapan. Tapi mungkin partai ada catatan sendiri. Begitu juga dengan rekan separtai saya pak Syukri Wahid dan pak Amin,” bebernya.
Saat disinggung, langkah selanjutnya apakah akan segera pindah ke Partai politik lain, Sandy belum bisa memastikan. Namun yang jelas pasca isu ini berhembus ke publik. Dirinya telah banyak ditawari untuk bergabung ke Partai politik lain.
“Saya belum bisa pastikan apakah akan maju lagi atau tidak di Pileg 2024. Saya harus berkoordinasi dulu dengan banyak pihak. Terutama Mereka yang sudah banyak membantu dan mendukung saya sebelumnya,” tandasnya.(*/wan)















