LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Layanan pemeriksaan calon pengantin (catin) di Puskesmas Sepinggan menunjukkan peningkatan signifikan, seiring bertambahnya kesadaran masyarakat untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Hal ini disampaikan oleh Helen Novita, AMd.Keb, selaku penanggung jawab program catin di puskesmas tersebut.
Helen menjelaskan bahwa pemeriksaan catin merupakan langkah penting dalam mendeteksi dini berbagai risiko kesehatan yang dapat memengaruhi pasangan, masa kehamilan, hingga kondisi bayi setelah lahir. Pemeriksaan ini dilakukan untuk kedua calon mempelai—baik perempuan maupun laki-laki sebagai upaya pencegahan dan edukasi kesehatan jangka panjang.
“Pemeriksaan bertujuan mendeteksi sejak dini risiko yang bisa berdampak pada pasangan maupun bayi nantinya,” jelas Helen, Sabtu (22/11/2025).
Pada tahap awal, calon pengantin akan menjalani pemeriksaan fisik dasar seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Untuk calon pengantin perempuan, dilakukan pemeriksaan lanjutan termasuk dilater.
Selain itu, petugas juga melakukan skrining faktor risiko melalui wawancara mengenai kondisi kesehatan mental, kebiasaan merokok, serta riwayat penyakit terdahulu maupun yang sedang dialami.
“Ada skrining jiwa, kita tanyakan apakah merokok, kemudian riwayat penyakit terdahulu maupun sekarang,” terang Helen.
Tahap berikutnya adalah pemeriksaan laboratorium yang meliputi:
– Golongan darah
– Hemoglobin (HB)
– Gula darah
Skrining infeksi menular: Hepatitis B (HbsAg), HIV, dan sifilis
Seluruh pemeriksaan skrining infeksi menular ini wajib dilakukan baik pada calon pengantin laki-laki maupun perempuan.
“Untuk pemeriksaan penyakit infeksi menular itu wajib,” tegas Helen.
Ia menambahkan bahwa kewajiban pemeriksaan ini telah diterapkan sejak sekitar tahun 2002 sebagai bagian dari program pemerintah.
Selain pemeriksaan kesehatan dan laboratorium, petugas puskesmas juga mengecek riwayat imunisasi calon pengantin perempuan, terutama imunisasi tetanus toxoid (TTC).
“Fungsinya untuk mencegah tetanus dari ibu ke bayi. Kita cek imunisasi waktu bayi, kemudian waktu SD kelas 1, 2, dan 5. Kalau ada yang tidak lengkap, kita lakukan penyuntikan ulang,” jelas Helen.
Melalui rangkaian pemeriksaan dan pemantauan yang komprehensif ini, Puskesmas Sepinggan berharap calon pasangan yang akan menikah dapat memasuki kehidupan rumah tangga dengan kondisi kesehatan optimal dan kesiapan yang lebih matang untuk menjadi orang tua.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















