LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Pemeriksaan kesehatan gigi yang dilakukan Puskesmas Sepinggan pada kegiatan kesehatan sekolah bulan lalu menunjukkan sejumlah temuan penting. Banyak siswa teridentifikasi mengalami gigi berlubang maupun tanda awal karies. Menindaklanjuti hasil tersebut, petugas kembali mendatangi sekolah hari ini untuk memberikan vitamin gigi sebagai upaya memperkuat enamel dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Dokter internship Puskesmas Sepinggan, dr. Sihombing Cicilia Yolanda, mengatakan pemeriksaan gigi ini menjadi salah satu pintu masuk penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan mulut anak.
“Pemeriksaan kesehatan sebelumnya menemukan beberapa anak yang giginya sudah berlubang atau mulai mengarah ke lubang. Karena itu kami berikan vitamin gigi sebagai langkah intervensi awal,” jelasnya.
Meski berbeda dari imunisasi BIAS, pemeriksaan gigi dan pemberian vitamin dilakukan bersamaan di sekolah agar cakupan sasaran lebih maksimal.
“Karena sama-sama dilaksanakan di sekolah dan menyasar kelompok usia yang sama, kami rangkaikan agar lebih efektif,” katanya.
Dengan metode ini, tindak lanjut dari pemeriksaan dapat langsung dilakukan tanpa harus menjadwalkan kunjungan ulang yang bisa mengganggu waktu belajar siswa.
Ia menegaskan bahwa karies gigi pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemui dalam pemeriksaan rutin.
“Karies merupakan salah satu temuan paling umum di anak usia sekolah. Banyak yang belum menyikat gigi dengan benar atau terlalu sering mengonsumsi makanan manis,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa deteksi awal sangat penting karena kerusakan gigi bisa berkembang cepat jika tidak ditangani.
“Ketika lubang masih kecil atau baru mengarah ke karies, intervensi seperti suplementasi vitamin dapat membantu menguatkan gigi. Tapi jika sudah berat, anak tetap harus ditangani dokter gigi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemberian vitamin hanya bersifat membantu dan bukan pengganti tindakan medis.
“Vitamin gigi memperkuat enamel, tetapi tidak menggantikan penambalan atau perawatan gigi profesional. Orang tua tetap kami imbau membawa anak ke dokter gigi jika ada keluhan,” katanya.
Selain intervensi langsung, Puskesmas Sepinggan terus menyampaikan edukasi tentang pentingnya menyikat gigi dua kali sehari dan mengurangi konsumsi gula.
Ia berharap rangkaian pemeriksaan, suplementasi, dan edukasi berkelanjutan dapat menekan angka karies gigi di wilayah Sepinggan.
“Kalau gigi anak sehat, mereka bisa belajar dan beraktivitas dengan nyaman. Itu tujuan utama kami,” ujarnya.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















