LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan dan meningkatkan berbagai prestasi yang telah diraih kota ini, termasuk penghargaan bergengsi seperti Adipura Kencana.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan pentingnya menjaga capaian ini dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Balikpapan.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Wali Kota Rahmad Mas’ud menekankan bahwa keberhasilan yang telah diraih oleh Kota Balikpapan tidak hanya menjadi kebanggaan pemerintah, tetapi juga seluruh warga kota.
“Prestasi yang kita capai bersama, seperti Adipura Kencana, adalah hasil dari kerja keras semua pihak. Namun, mempertahankannya adalah tantangan yang lebih besar. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga prestasi ini dengan mempertahankan nilai-nilai lokal yang telah kita junjung tinggi,” ungkap Rahmad.
Wali Kota juga mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar yang berpotensi merusak nilai-nilai luhur yang telah lama dibina dalam kehidupan sehari-hari. “Budaya lokal seperti tidak membuang sampah sembarangan, tertib dalam berlalu lintas, serta menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat, harus terus kita pertahankan. Jangan sampai tergerus oleh pengaruh luar yang justru dapat merusak harmoni sosial dan lingkungan kita,” jelasnya.
Seiring dengan pertumbuhan kota yang pesat dan banyaknya pendatang dari luar daerah, Wali Kota Rahmad juga mengimbau agar para pendatang dapat menyesuaikan diri dengan kearifan lokal yang ada di Balikpapan. Menurut Rahmad, penyesuaian ini sangat penting agar tercipta keselarasan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan di tengah-tengah masyarakat. “Para pendatang harus menghormati budaya dan nilai-nilai yang telah ada di Balikpapan. Dengan cara ini, kita bisa menjaga keharmonisan di tengah keberagaman,” tambahnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Rahmad meminta peran aktif dari media lokal dalam menyebarluaskan informasi dan mensosialisasikan pentingnya menjaga kearifan lokal kepada masyarakat, termasuk para pendatang. Media, kata Rahmad, memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memelihara budaya lokal di tengah arus globalisasi.
“Kami berharap media dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga budaya lokal. Dengan demikian, semua pihak, termasuk pendatang, dapat memahami dan menghormati budaya kita,” ujar Rahmad.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan disiplin lingkungan, Pemkot Balikpapan tetap memberlakukan peraturan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya atau di luar waktu yang ditentukan. Meski denda yang dikenakan saat ini hanya sebesar Rp50 ribu, Rahmad mengungkapkan kemungkinan adanya peningkatan denda di masa depan setelah dilakukan komunikasi lebih lanjut dengan DPRD.
“Meski denda saat ini masih terbilang rendah, tidak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian ke depannya untuk memperkuat efek jera. Ini sedang kami bahas bersama DPRD,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Balikpapan berharap agar seluruh masyarakat, termasuk media dan pendatang, dapat berperan aktif dalam menjaga dan mempertahankan prestasi serta kearifan lokal yang telah menjadi identitas kota ini. Keberhasilan dalam mempertahankan nilai-nilai tersebut diharapkan akan terus membawa Balikpapan ke arah yang lebih baik dan harmonis, serta menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.(*/ADV/San)















