LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kerja sama antara Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Dengan jumlah pelaku UMKM mencapai sekitar 72.000 orang, berbagai produk lokal, mulai dari olahan pangan hingga kerajinan tangan, dihasilkan oleh para wirausaha dari beragam latar belakang, termasuk profesi ojek online yang kini ikut meramaikan sektor ini.
Sekretaris DKUMKMP Balikpapan, Muhammad Idris, mengungkapkan bahwa tingginya angka pelaku UMKM menciptakan peluang pasar yang besar. Untuk membantu UMKM lebih mudah menjangkau pembeli, pihaknya menyediakan fasilitas pemasaran berupa galeri yang berlokasi di Balikpapan Sport and Conventions Center (BSCC/DOME) dan galeri khusus di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, tepatnya di depan Gate 9. Fasilitas ini memungkinkan produk-produk UMKM Balikpapan untuk dipamerkan dan dijual langsung kepada pengunjung.
“Dengan adanya dua tempat ini, para pelaku UMKM dapat memajang sekaligus memasarkan produknya. Ini merupakan bentuk dukungan nyata kami untuk meningkatkan eksposur dan penjualan produk lokal,” ungkap Idris saat menghadiri acara program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di aula rumah jabatan wali kota, Kamis (7/11/2024).
Di tengah persaingan ketat dengan produk dari luar daerah, DKUMKMP Balikpapan juga berinovasi dengan mengembangkan kerja sama untuk memperkenalkan produk UMKM di lobi hotel dan ruang tamu instansi pemerintah. Langkah ini diharapkan bisa mendongkrak pemasaran produk olahan pangan dan kerajinan tangan lokal. Selain itu, DKUMKMP juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah retail modern, sehingga produk-produk UMKM Balikpapan dapat terdistribusi lebih luas.
Namun, Idris mengakui bahwa program pembinaan yang dilakukan pihaknya masih menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah kesulitan dalam mengelola data UMKM yang masih banyak tidak jelas alamatnya. “Berdasarkan data yang kami peroleh dari sistem OSES, ada banyak UMKM yang tercatat tinggal di satu alamat, tetapi faktanya mereka tersebar di beberapa lokasi yang berbeda,” jelasnya.
Meski demikian, upaya Pemkot Balikpapan bersama DKUMKMP untuk mendukung UMKM lokal tidak berhenti di sini. Melalui dukungan fasilitas dan kerja sama strategis, diharapkan produk-produk UMKM Balikpapan mampu bersaing di pasar lokal dan nasional, membawa dampak positif bagi perekonomian kota.(*/ADV/diskominfo Balikpapan/wan)















