LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menyelenggarakan Rapat Paripurna ke-15 Masa Sidang II Tahun 2024 pada Jumat (16/8/2024) di Hotel Gran Senyiur. Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Budiono, dan dihadiri oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, beserta jajaran terkait.
Salah satu agenda utama rapat adalah penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024. Perubahan ini diperlukan untuk menyesuaikan anggaran dengan kondisi terbaru, terutama terkait dengan penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun 2023 yang mencapai Rp 536 miliar.
Dalam penjelasannya, Wali Kota Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa Kota Balikpapan saat ini mengalami defisit anggaran. Namun, ia optimis bahwa defisit tersebut dapat diatasi melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efisiensi belanja. Upaya tersebut diharapkan dapat menutup defisit sebesar Rp 141 miliar yang terjadi pada APBD-P 2024.
Selain membahas APBD-P, rapat juga menyoroti Raperda terkait penataan wilayah, terutama tentang pemekaran Kecamatan Balikpapan Kota. Budiono menjelaskan bahwa meskipun pemekaran kecamatan ini sudah berjalan, penetapan batas wilayah secara administratif masih diperlukan untuk memastikan kejelasan hukum. Lima kelurahan yang berada di Kecamatan Balikpapan Kota akan menjadi fokus utama dalam penetapan batas wilayah tersebut.
Rapat juga membahas Raperda tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat pentingnya langkah-langkah pencegahan dalam melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari bahaya narkotika.
Di akhir rapat, dilakukan penandatanganan berita acara persetujuan bersama atas Raperda yang telah dibahas. Persetujuan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kota Balikpapan, termasuk yang terkait dengan penataan wilayah dan upaya penanggulangan narkotika.
Dengan langkah-langkah yang diambil dalam rapat ini, diharapkan program pembangunan Kota Balikpapan dapat berjalan dengan baik dan memenuhi harapan masyarakat. Wali Kota Rahmad Mas’ud menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di Kota Balikpapan, meskipun dihadapkan pada tantangan defisit anggaran.(*/ADV/San)















